Minggu, 03 September 2017

Ucapan hari raya idul adha

[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[1/9 00:15] K Mandes: .     人  ★* 。 • ˚* ˚ 🌙
.  (__ _) *Selamat* ★
. ┃口┃ *Hari Raya*
. ┃口┃★ *Idul adha*˛•
. ┃口┃★ 。* •★ 。•˛˚˛*
. ┃口┃ •˛˚˛*   人  •˛˚  *       
. ┃口┃      .-:'''"''''"''.-.     
. ┃口┃  (_(_(_()_)_)_)         
  ┃口┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
. ┃.   ┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
.  ||三||_||三三三三三||

*10 zhulhijah1438 H* 🕌

*_Taqabbalallahu minna wa minkum_*
*_Barakallahu  Fiikum_*.  

*Mohon Maaf Lahir dan Batin*
🙏🍁🙏🍀🙏..
[1/9 05:09] I Bora Eknomi1: Bora Alviolesa dan Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 😇
[1/9 06:04] kak wasitok: *Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H*

_Minal 'aidin wal faidzin_
_Mohon maaf lahir dan bathin_

Mari kita contoh semangat pengabdian Keluarga Ibrahim As dalam ketaatannya kepada Allah swt dan penerapan ilmu parenting yang sangat harmonis telah beliau contohkan

🕌
Wasito😀Keluarga
_#ayo menjadi lebih baik_
[31/8 11:50] I Rofik1: DERITA UANG Rp 100,000

Uang kertas Rp1,000 dan
Uang Kertas Rp 100,000
dibuat dari kertas
yang sama dan diedarkan
oleh Bank Indonesia (BI)

Ketika dicetak,
mereka_pun bersama,
tetapi berpisah di bank
dan kemudian beredar
di masyarakat...

Bagaimanapun, 4 bulan
Kemudian mereka bertemu
Secara tidak Sengaja
di dalam dompet
Seorang pemuda
Maka mereka
pun ngobrol ;

Uang Rp 100,000 bertanya
kepada Rp 1,000 ;
"Kenapa badan kamu
begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 1,000 menjawab;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus ke tangan
orang bawah dari
kalangan buruh,
penjaja Kecil,
penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya balik
kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru,
rapi dan masih bersih,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus disambut
para perempuan
cantik, dan
beredarnya pun
di restoran mahal,
di kompleks perkantoran,
di Pasar raya, mall bergengsi
dan juga hotel berbintang,
Serta keberadaanku
selalu dijaga dan
jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau
berada di tempat ibadah,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Belum pernah"

Uang Rp 1,000 pun
berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku
hanya Uang Rp 1,000
tetapi aku selalu berada
di seluruh tempat ibadah,
dan di tangan
Anak Yatim Piatu
dan fakir miskin bahkan
aku bersyukur
kepada Tuhan semesta alam...

Aku tidak dipandang
Sebagai Sebuah nilai,
tetapi Sebuah Manfaat...

Lantas menangislah
Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu
bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Semoga cerita ini
dapat memberi
pembelajaran dan
Inspirasi Positif
kepada kita semua....
Trutama buat sy sendiri

Selamat bersedekah Yakin & Percayalah dgn kita bersedekah kita tdk akan menjadi miskin ...
[31/8 12:29] I Rofik1: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Renungan kecil menjelang hari Arafah buat Kita sma,,.

Haji adalah Arafah…
Arafah adalah hari perenungan…
Sebuah perenungan tentang sang Khalik…
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan…

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar…

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang di atasnya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah…
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka…

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan…
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan amanah sebagai khalifah…
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia…

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan…
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar…

Mereka adalah :
*pemimpin yang adil…*
*Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid…*
*Manusia yang bersahabat karena Allah…*
*Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa diketahui tangan kirinya…*
*Manusia yang menolak perbuatan keji karena TAKUT akan Tuhannya…*
*Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya…*

Selamat menyambut hari Arafah dengan melaksanakan puasa…

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita…
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati…
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita…
Mengganti tangisan kita dengan senyuman…
Luka derita dengan kebahagiaan… Kesempitan rezeki dengan kelapangan… Kesesatan dengan petunjuk…
Penyakit dengan kesembuhan…
Kesulitan dengan kemudahan…
Dan keputus-asaan dengan harapan..

Wallahu a'lam ...
[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[31/8 19:50] I Rofik1: Kulo sak keluarga ngaturaken _sugeng riyadin Idul Adha 1438 H_.
_Labbaikallah_
Mugi kito sedoyo pinaringan saged ziarah wonten Makkah-Madinah, amin.
[1/9 06:33] Dadang Besak Imm: Dadang skeluarga mgucapkan Selamat hari raya idul adha... mohon maaf lahir batin
[1/9 08:15] I Rofik1: Ketaatan Ibrahim dan Keikhlasan Ismail semoga senantiasa menjadi teladan bagi kita dlm beribadah pada-Nya agar menjadi hamba & pribadi taat dan ikhlas yang bermanfaat bagi sesama ummat manusia.

Selamat Hari Raya Qurban/Idul Adha 1438H.

Barakallahu fiikum

#M.Rofuk
[1/9 09:28] I Jepri Biologi: Keikhlasan penghambaan sering tergerus keangkuhan....

Nabi Ibrahim menjadi inspirasi tak bertepi untuk memperbaiki diri....

Nabi Ismail menjadi teladan keikhlasan menerima kehendak Allah....

Darah dan daging kurban sebagai esensi mengurangi nafsu hewani....

Setiap helaan nafas kami sebagai bukti cinta kepada-Mu.....

Pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati-Mu.....

Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H...

🙏🙏🙏
*Idul Adha: Kontemplasi, Evaluasi & Elevasi.*

Berbicara mengenai Idul Adha maka kita tidak sedang berbicara tentang seremonial kegembiraan belaka. Ada pesan sarat makna yg terkandung di dalamnya. Sebuah pesan mengenai *ketaqwaan*, *totalitas*, *perjuangan* & *pengorbanan*.

Kesemua pesan itu saya rasa tidak perlu saya ceritakan lagi, karena semuanya acapkali mendengar maupun membaca pesan itu melalui kisah-kisah yang kadung tahunan dikisahkan dalam mimbar-mimbar maupun artikel-artikel bernafaskan Hari Raya Qurban.

Untuk itu, sudah sewajarnyalah kita yang menisbatkan dirinya di jalan perjuangan Islam ini menjadikan Idul Adha sebagai *kontemplasi & evaluasi yang berujung kepada lejitan menuju elevasi kebangkitan semangat perjuangan.*

*Kontemplasi* dalam hal ini mau tidak mau memaksa kita harus mau berdamai dan menerima kenyataan bagaimana selama ini kontribusi, daya, upaya dan peranan masa lalu kita dalam medan juang. Perlu kerelaan untuk menerima kenyataan secara objektif yang harus tertanam dalam pengaplikasiannya.

*Evaluasi*, ia adalah lanjutan dari apa yang harus dilakukan setelah berkontemplasi. Evaluasi menjadi hal yang begitu mudah dilakukan tatkala dihadapkan kepada subjek eksternal, namun akan menjadi begitu sulit ketika bertemu dengan subjek internal. Egoisitas menjadi faktor utama penyebabnya. Padahal dalam banyak kasus evaluasi internal terkadang dibutuhkan lebih dahulu daripada evaluasi eksternal. Karena itu, evaluasi dalam hal ini harus mampu memaksa penggunanya untuk berani melakukan _"self criticism"_(yang membangun tentunya).

Lejitan menuju *elevasi* adalah peluru hasil "kongkangan" kontemplasi dan evaluasi. Semakin banyak kongkangan yang diberikan, maka akan semakin banyak pula peluru yang bisa dilontarkan. Hingga akhirnya akumulasi dari jumlah peluru yang siap ditembakkan akan menjadi tolak ukur seberapa banyak titik sasaran tembak yang mampu dihantam untuk wujudkan kobaran semangat perjuangan. Titik-titik kobaran inilah yang nantinya akan merajut menjadi suatu jalinan dan berujung kepada satu kobaran besar sebuah kebangkitan.

Teruslah berkobar wahai para pejuang, jangan pernah biarkan dirimu menjadi pecundang. Teruslah berjuang walau beribu cobaan silih berganti menerjang!

Wa lau karihal kaafiruun, wa lau karihal munafiqun, wa lau karihal musryikun!

*Allahu Akbar!*

Salam,

*Febri Walanda.*
(Ketua Umum HMI MPO Cabang Palembang Darussalam)

Khutbah Idul Adha 1438 H / 2017 M

*Khutbah Idul Adha 1438 H / 2017 M*
*IDUL ADHA: Tingkatkan Ketaatan, Wujudkan Persatuan*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر 3 x الله أكبر 3 x الله أكبر 3 x.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَ للهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَرَّمَ هَذِهِ اْلأُمَّةِ بَشَرِيْعَتِهِ الْكَامِلَةْ، وَخَصَّ بِهَا بِنُبُوِّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيْمَةْ، وَ أَيَّدَهَا بِالْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةْ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةْ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهْ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ أَرْسَلَهُ بِرِسَالَتِهِ الْقُدْسِيَّةْ، وَ أَحْكَامِهِ الشَّرِيْفَةْ، لِمُعَالَجَةِ كُلِّ مُشْكِلَةٍ صَغِيْرَةٍ أَوْ كَبِيْرَةْ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْني وَ إِيِاكُمْ بِتَقْوَاللهِ، لَعَلَّكْمْ تُفْلِحُوْنَ فِي الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ اْلأَخِرَةْ.

Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn, segala pujian milik Allah SWT, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan dan suri teladan kita, Rasulullah Muhammad saw.; kepada keluarga dan para shahabatnya; serta kepada seluruh umatnya yang senantiasa menaati risalahnya dan berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskan risalah itu ke seluruh pelosok dunia hingga akhir zaman.

Hari ini umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah SWT. Lebih dari 1,6 miliar kaum Muslim di seluruh dunia mengagungkan asma-Nya. Mereka melantunkan takbir, tahlil dan tahmid. Lebih dari 2 juta saudara kita, kaum Muslim dari segala penjuru dunia, terhampar di Padang Arafah. Mereka menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima.

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Pada hari Idul Adha, 10 Dzul Hijjah 1438 H ini, kembali kita mengenang peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim as. dalam menaati perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail. Bagi Nabi Ibrahim as., Ismail adalah buah hati, harapan dan kecintaannya yang telah sangat lama didambakan. Akan tetapi, di tengah rasa bahagia itu, turunlah perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih putra kesayangannya itu. Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى

Lalu ketika Ismail telah sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Anakku, sungguh Aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelih kamu. Karena itu pikirkanlah apa pendapatmu.” (QS ash-Shaffat [37]: 102).

Menghadapi perintah itu, Nabi Ibrahim sas. mengedepankan kecintaan yang tinggi, yakni kecintaan kepada Allah SWT. Ia menyingkirkan kecintaan yang rendah, yakni kecintaan kepada anak, harta dan dunia.
Perintah amat berat itu pun disambut oleh Ismail as. dengan penuh kesabaran. Dia pun mengukuhkan keteguhan jiwa ayahandanya dengan mengatakan:

قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Ismail berkata, “Ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan kepada engkau, insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS ash-Shaffat [37]: 102).
اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Kisah Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. tersebut haruslah menjadi teladan bagi kaum Muslim saat ini. Tidak hanya teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah kurban, namun juga teladan dalam berjuang dan berkorban demi mewujudkan ketaatan kepada hukum-hukum Allah SWT secara kâffah. 

Sebagaimana kita saksikan saat ini, banyak hukum Allah SWT yang diabaikan, khususnya syariah Islam yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara; baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, hukum pidana, pendidikan, politik luar negeri dan sebagainya. Syariah Islam yang belum diamalkan secara kâffah dalam kehidupan kita inilah yang menyebabkan kehidupan kaum Muslim saat ini terpuruk dan terjajah.
Berbagai persoalan kini menimpa kaum Muslim di berbagai negeri. Saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, Mesir, Irak, Afganistan, Xinjiang, Myanmar, Chechnya, Rohingya, dsb dijajah, disiksa dibantai dan banyak yang diusir dari negerinya. Tak ada yang melindungi dan membela mereka. Di Suriah, misalnya, kaum Muslim harus terus menghadapi kekejaman rezim Bashar Assad yang berkonspirasi dengan Iran, Rusia dan Cina. Hingga saat ini sudah lebih dari 500.000 orang warga Suriah terbunuh dan jutaan lainnya mengungsi. Di Palestina kaum Muslim sudah puluhan tahun harus tinggal di wilayah sempit Jalur Gaza dan Tepi Barat. Mereka hidup di bawah penjajahan dan kekejaman militer Israel yang sudah melampaui batas perikemanusiaan.

Adapun di Indonesia, negara kini terbelit hutang hingga mencapai Rp 3.700 triliun. Rakyat semakin terhimpit kemiskinan. Harga-harga kebutuhan pokok terus membumbung tinggi. Pendidikan mahal tetapi kualitasnya rendah. Kekayaan alam milik rakyat dikeruk oleh korporasi asing. Layanan kesehatan makin mahal. Kasus narkoba semakin marak. Korupsi kian merajalela. Tentu, masih banyak persoalan lain yang mendera.

Anehnya, bukannya menyelesaikan berbagai problem yang sudah darurat tersebut, Pemerintah justru mengeluarkan Perppu pembubaran ormas, khususnya ormas Islam. Berbagai hasil polling media menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan penolakan keras terhadap Perppu tersebut. Tentu respon tersebut muncul setelah mengetahui isi Perppu yang memang bisa menjadi pintu masuk bagi Pemerintah untuk membungkam ormas Islam yang kritis terhadap Pemerintah. Bahkan Perppu tersebut bisa menjadi cikal-bakal tumbuhnya sikap represif Pemerintah. Di antaranya adalah proses pengadilan yang dihilangkan dalam mekanisme pembubaran ormas. Hal tersebut jelas bisa membuka pintu kesewenang-wenangan Pemerintah. Pemerintah dapat menindak  dan membubarkan ormas Islam tanpa memberikan kesempatan bagi ormas tersebut untuk melakukan pembelaan karena tidak adanya proses pengadilan.

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Semua bencana yang menimpa kaum Muslim di atas semakin membuktikan kebenaran pernyataan Rasulullah saw.:
»يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا «

Nyaris berbagai umat menyerang kalian seperti makanan yang disantap dari tempat sajiannya (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Apa yang diperingatkan oleh Baginda Rasulullah saw. di atas menjadi kenyataan pada hari ini. Kaum Muslim seolah menjadi santapan para penjajah, baik dari Barat maupun Timur. Kekayaan alam umat dikuras. Dakwah dan perjuangan politik mereka dihadang dan dibelenggu. Darah mereka banyak ditumpahkan. Tanah air mereka dirampas. Mereka sendiri terusir dari negeri mereka. Inilah realita memilukan kaum Muslim.

Menyaksikan fakta kaum Muslim tersebut, sudah selayaknya segenap komponen kaum Muslim turut membela Islam dan umatnya. Pembelaan terhadap Islam secara tegas diperintahkan oleh Allah SWT dalam al-Quran. Allah SWT, misalnya, berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sungguh Allah akan menolong orang yang membela Dia. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa (QS al-Hajj [22]: 40).

Allah SWT pun berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian (QS Muhammad [47]: 7).
Imam ar-Razi menjelaskan, frasa “In tanshurû-lLâh (jika kalian menolong Allah)” bermakna: menolong agama-Nya, memperjuangkan syariah-Nya serta membantu para pejuang yang memperjuangkan agama dan syariah-Nya.

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Untuk membela Islam dan kaum Muslim, tentu dibutuhkan persatuan dan kerjasama seluruh komponen umat Islam. Di sinilah pentingnya kita mengokohkan kembali ukhuwah (persaudaraan) kita karena semua kaum Mukmin adalah bersaudara. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah di antara saudara-saudara kalian (QS al-Hujurat [49]: 10).
Sebaliknya, kaum Mukmin diharamkan berpecah-belah, sebagaimana firman-Nya:
وَلَا تَفَرَّقُواوَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعً

Berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah dan jangan berpecah-belah (QS Ali Imran [3]: 103).

Persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah) adalah persaudaraan yang diikat oleh akidah yang sama, yakni akidah Islam. Persaudaraan semacam ini jelas bersifat global, tidak dibatasi oleh letak garis geografis antarnegeri.
اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Rasulullah saw. dan para sahabatnya telah memberikan teladan kepada kita dalam membela agama Allah SWT, yakni melalui perjuangan dakwah mereka untuk menerapkan syariah Islam secara kâffah sebagai perkara hidup dan mati. Beliau menegaskan bahwa beliau tidak akan mundur selangkah pun hingga kemenangan itu datang atau binasa dalam perjuangan dakwah. Beliau bersabda:

»وَاَللّهِ لَوْ وَضَعُوا الشّمْسَ فِي يَمِينِي، وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الأَمْرَ حَتّى يُظْهِرَهُ اللّهُ أَوْ أَهْلِكَ فِيهِ مَا تَرَكْتُهُ. «

Demi Allah, andai mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka sampai agama ini Allah menangkan atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya (HR Ibn Hisyam).

Dalam menempuh jalan dakwah, Rasulullah saw. dan para sahabatnya juga mengalami tantangan, hambatan dan gangguan. Di antara mereka ada yang mendapatkan cacian, siksaan dan pembunuhan. Akan tetapi, mereka tidak surut langkah. Mereka yakin bahwa Allah SWT bersama mereka dan memberikan pertolongan kepada mereka di dunia dan akhirat.

Para penguasa memang bisa bertindak zalim dan sewenang-sewenang. Akan tetapi, mereka tidak akan bisa menimpakan musibah sedikit pun kecuali dengan seizin Allah SWT.  Semua itu sudah tercatat dalam Lawh al-Mahfûzh. Allah SWT berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lawh al-Mahfûzh) sebelum Kami menciptakannya. Sungguh yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang Dia berikan kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS al-Hadid [57]: 22-23).

Karena itu wajib bagi kita kaum Muslim untuk terus-menerus berjuang menerapkan syariah Islam secara kâffah, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentu dengan menanggung segala risiko hingga agama ini Allah SWT menangkan atau kita binasa karenanya.

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Memang, perubahan besar dunia menuju tegaknya syariah secara kâffah tersebut tidak mudah; memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang besar dari segenap kaum Muslim. Namun, dengan pengorbanan serta persatuan seluruh elemen umat, insya Allah perjuangan yang memang sekilas tampak sulit itu akan menemukan hasilnya dalam waktu yang tidak lama lagi. Demikianlah sebagaimana yang telah Allah SWT janjikan:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia benar-benar akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka—sesudah mereka berada dalam ketakutan—menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah Aku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Siapa saja yang kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang yang fasik (QS an-Nur [24]: 55).

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

*Maâsiral Muslimîn rahimakumulLâh.*

Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT mengabulkan seluruh permohonan kita. Semoga Allah SWT pun memberi kita kesabaran dan keikhlasan serta menguatkan ketaatan dan persatuan kaum Musli dalam perjuangan dakwah untuk tegaknya syariah secara kâffah di muka bumi ini.

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا دُعَائَنَا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَآ أَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا، اَنْتَ مَوْلاَنَا، فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَاِفِرِيْنَ.
اَللَّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُهْزِمَ اْلأَحْزَابِ، اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ وَصَلِيْبِيِّيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَرَأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَاِشْتِرَاكِيِّيْنَ وَشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِهَا بِإِذْنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ucapan hari raya idul adha

[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[1/9 00:15] K Mandes: .     人  ★* 。 • ˚* ˚ 🌙
.  (__ _) *Selamat* ★
. ┃口┃ *Hari Raya*
. ┃口┃★ *Idul adha*˛•
. ┃口┃★ 。* •★ 。•˛˚˛*
. ┃口┃ •˛˚˛*   人  •˛˚  *       
. ┃口┃      .-:'''"''''"''.-.     
. ┃口┃  (_(_(_()_)_)_)         
  ┃口┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
. ┃.   ┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
.  ||三||_||三三三三三||

*10 zhulhijah1438 H* 🕌

*_Taqabbalallahu minna wa minkum_*
*_Barakallahu  Fiikum_*.  

*Mohon Maaf Lahir dan Batin*
🙏🍁🙏🍀🙏..
[1/9 05:09] I Bora Eknomi1: Bora Alviolesa dan Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 😇
[1/9 06:04] kak wasitok: *Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H*

_Minal 'aidin wal faidzin_
_Mohon maaf lahir dan bathin_

Mari kita contoh semangat pengabdian Keluarga Ibrahim As dalam ketaatannya kepada Allah swt dan penerapan ilmu parenting yang sangat harmonis telah beliau contohkan

🕌
Wasito😀Keluarga
_#ayo menjadi lebih baik_
[31/8 11:50] I Rofik1: DERITA UANG Rp 100,000

Uang kertas Rp1,000 dan
Uang Kertas Rp 100,000
dibuat dari kertas
yang sama dan diedarkan
oleh Bank Indonesia (BI)

Ketika dicetak,
mereka_pun bersama,
tetapi berpisah di bank
dan kemudian beredar
di masyarakat...

Bagaimanapun, 4 bulan
Kemudian mereka bertemu
Secara tidak Sengaja
di dalam dompet
Seorang pemuda
Maka mereka
pun ngobrol ;

Uang Rp 100,000 bertanya
kepada Rp 1,000 ;
"Kenapa badan kamu
begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 1,000 menjawab;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus ke tangan
orang bawah dari
kalangan buruh,
penjaja Kecil,
penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya balik
kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru,
rapi dan masih bersih,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus disambut
para perempuan
cantik, dan
beredarnya pun
di restoran mahal,
di kompleks perkantoran,
di Pasar raya, mall bergengsi
dan juga hotel berbintang,
Serta keberadaanku
selalu dijaga dan
jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau
berada di tempat ibadah,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Belum pernah"

Uang Rp 1,000 pun
berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku
hanya Uang Rp 1,000
tetapi aku selalu berada
di seluruh tempat ibadah,
dan di tangan
Anak Yatim Piatu
dan fakir miskin bahkan
aku bersyukur
kepada Tuhan semesta alam...

Aku tidak dipandang
Sebagai Sebuah nilai,
tetapi Sebuah Manfaat...

Lantas menangislah
Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu
bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Semoga cerita ini
dapat memberi
pembelajaran dan
Inspirasi Positif
kepada kita semua....
Trutama buat sy sendiri

Selamat bersedekah Yakin & Percayalah dgn kita bersedekah kita tdk akan menjadi miskin ...
[31/8 12:29] I Rofik1: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Renungan kecil menjelang hari Arafah buat Kita sma,,.

Haji adalah Arafah…
Arafah adalah hari perenungan…
Sebuah perenungan tentang sang Khalik…
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan…

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar…

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang di atasnya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah…
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka…

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan…
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan amanah sebagai khalifah…
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia…

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan…
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar…

Mereka adalah :
*pemimpin yang adil…*
*Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid…*
*Manusia yang bersahabat karena Allah…*
*Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa diketahui tangan kirinya…*
*Manusia yang menolak perbuatan keji karena TAKUT akan Tuhannya…*
*Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya…*

Selamat menyambut hari Arafah dengan melaksanakan puasa…

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita…
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati…
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita…
Mengganti tangisan kita dengan senyuman…
Luka derita dengan kebahagiaan… Kesempitan rezeki dengan kelapangan… Kesesatan dengan petunjuk…
Penyakit dengan kesembuhan…
Kesulitan dengan kemudahan…
Dan keputus-asaan dengan harapan..

Wallahu a'lam ...
[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[31/8 19:50] I Rofik1: Kulo sak keluarga ngaturaken _sugeng riyadin Idul Adha 1438 H_.
_Labbaikallah_
Mugi kito sedoyo pinaringan saged ziarah wonten Makkah-Madinah, amin.
[1/9 06:33] Dadang Besak Imm: Dadang skeluarga mgucapkan Selamat hari raya idul adha... mohon maaf lahir batin
[1/9 08:15] I Rofik1: Ketaatan Ibrahim dan Keikhlasan Ismail semoga senantiasa menjadi teladan bagi kita dlm beribadah pada-Nya agar menjadi hamba & pribadi taat dan ikhlas yang bermanfaat bagi sesama ummat manusia.

Selamat Hari Raya Qurban/Idul Adha 1438H.

Barakallahu fiikum

#M.Rofuk
[1/9 09:28] I Jepri Biologi: Keikhlasan penghambaan sering tergerus keangkuhan....

Nabi Ibrahim menjadi inspirasi tak bertepi untuk memperbaiki diri....

Nabi Ismail menjadi teladan keikhlasan menerima kehendak Allah....

Darah dan daging kurban sebagai esensi mengurangi nafsu hewani....

Setiap helaan nafas kami sebagai bukti cinta kepada-Mu.....

Pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati-Mu.....

Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H...

🙏🙏🙏
*Idul Adha: Kontemplasi, Evaluasi & Elevasi.*

Berbicara mengenai Idul Adha maka kita tidak sedang berbicara tentang seremonial kegembiraan belaka. Ada pesan sarat makna yg terkandung di dalamnya. Sebuah pesan mengenai *ketaqwaan*, *totalitas*, *perjuangan* & *pengorbanan*.

Kesemua pesan itu saya rasa tidak perlu saya ceritakan lagi, karena semuanya acapkali mendengar maupun membaca pesan itu melalui kisah-kisah yang kadung tahunan dikisahkan dalam mimbar-mimbar maupun artikel-artikel bernafaskan Hari Raya Qurban.

Untuk itu, sudah sewajarnyalah kita yang menisbatkan dirinya di jalan perjuangan Islam ini menjadikan Idul Adha sebagai *kontemplasi & evaluasi yang berujung kepada lejitan menuju elevasi kebangkitan semangat perjuangan.*

*Kontemplasi* dalam hal ini mau tidak mau memaksa kita harus mau berdamai dan menerima kenyataan bagaimana selama ini kontribusi, daya, upaya dan peranan masa lalu kita dalam medan juang. Perlu kerelaan untuk menerima kenyataan secara objektif yang harus tertanam dalam pengaplikasiannya.

*Evaluasi*, ia adalah lanjutan dari apa yang harus dilakukan setelah berkontemplasi. Evaluasi menjadi hal yang begitu mudah dilakukan tatkala dihadapkan kepada subjek eksternal, namun akan menjadi begitu sulit ketika bertemu dengan subjek internal. Egoisitas menjadi faktor utama penyebabnya. Padahal dalam banyak kasus evaluasi internal terkadang dibutuhkan lebih dahulu daripada evaluasi eksternal. Karena itu, evaluasi dalam hal ini harus mampu memaksa penggunanya untuk berani melakukan _"self criticism"_(yang membangun tentunya).

Lejitan menuju *elevasi* adalah peluru hasil "kongkangan" kontemplasi dan evaluasi. Semakin banyak kongkangan yang diberikan, maka akan semakin banyak pula peluru yang bisa dilontarkan. Hingga akhirnya akumulasi dari jumlah peluru yang siap ditembakkan akan menjadi tolak ukur seberapa banyak titik sasaran tembak yang mampu dihantam untuk wujudkan kobaran semangat perjuangan. Titik-titik kobaran inilah yang nantinya akan merajut menjadi suatu jalinan dan berujung kepada satu kobaran besar sebuah kebangkitan.

Teruslah berkobar wahai para pejuang, jangan pernah biarkan dirimu menjadi pecundang. Teruslah berjuang walau beribu cobaan silih berganti menerjang!

Wa lau karihal kaafiruun, wa lau karihal munafiqun, wa lau karihal musryikun!

*Allahu Akbar!*

Salam,

*Febri Walanda.*
(Ketua Umum HMI MPO Cabang Palembang Darussalam)

Orang yang berqurban boleh memakan daging hewan qurbannya, namun ia tidak boleh menjualnya

Abu Hanan Tsaqib El-Zahra:
Hadits Pilihanku:
🕋 Orang yang berqurban boleh memakan daging hewan qurbannya, namun ia tidak boleh menjualnya.___

   🖊___ ibnu mukhtar

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ رضي الله عنه قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ  وَ فِى بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ » . فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِى قَالَ « كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا »

Dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda ; “Barangsiapa yang berqurban di antara kamu maka janganlah pagi-pagi setelah tiga hari masih tersisa daging qurban di rumahnya.” Maka ketika tahun berikutnya, mereka berkata : “Ya Rasulullah, apakah kami melakukan seperti apa yang kami lakukan tahun lalu?” Beliau bersabda ; “Makanlah daging hewan qurbanmu, berilah makan orang lain dengannya, dan simpanlah! Sungguh pada tahun itu manusia dalam kondisi sulit hingga aku berharap kalian memberikan bantuan kepada mereka dengan daging qurban itu.” [HSR. Bukhari rahimahullahu dalam Sahihnya no.5569, Maktabah Syamilah]

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلَا أُضْحِيَّةَ لَهُ

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama telah bersabda : “Barangsiapa menjual kulit hewan qurbannya maka tidak ada pahala qurban untuknya.” [HR. Al Hakim, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib 1/264 no. 1088, Maktabah Syamilah

_Wallahu a’lam_

Join link telegram keluarga besar IMM SUMSEL group klik
👉 https://t.me/joinchat/Cku01Q61qT2NLu1PmCxIsw

Jangan Mematikan Hewan Qurban Dua Kali

_Assalaamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh_

Sobat... Sadarkah kita? Ternyata ada diantara kita yang berkurban tapi ternyata berbuat dosa dalam kurbannya? Padahal kurban adalah ibadah yang agung. Ya... Dosa karena membuat takut hewan kurban...

Seperti...
1. Mengasah pisau di tempat yang dilihat hewan kurban;
2. Menyembelih didepan hewan-hewan lain;
3. Menyeret dan Menguliti di tempat yang terlihat hewan-hewan lain;

*Jangan lakukan itu saudaraku...*

Jadikanlah ibadah qurban anda sempurna untuk Allah سبحانه وتعالى dengan cara yang baik sebagaimana yang Allah سبحانه وتعالى perintahkan dan Nabi ﷺ ajarkan

Mari kita simak penjelasannya berikut ini:

*JANGAN MATIKAN HEWAN KURBANMU DUA KALI…!*

✒ Oleh Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَجُلٍ وَاضِعٍ رِجْلَهُ عَلَى صَفْحَةِ شَاةٍ، وَهُوَ يَحُدُّ شَفْرَتَهُ، وَهِيَ تَلْحَظُ إِلَيْهِ بِبَصرِها، قَالَ:أَفَلا قَبْلَ هَذَا، أَوَ تُرِيدُ أَنْ تُمِيتَهَا مَوْتَتَينِ

_Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melewati seseorang yang meletakkan kakinya di atas badan samping seekor kambing sambil menajamkan pisaunya, sedang kambing itu melihat ke arah pisau, maka beliau bersabda: Mengapakah engkau tidak menajamkan pisau sebelum melakukan ini, APAKAH ENGKAU INGIN MEMATIKANNYA DUA KALI?!”_ [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath, Ash-Shahihah: 24, Shahihut Targhib: 1090]

An-Nawawi rahimahullah berkata:

ويستحب أن لا يحد السكين بحضرة الذبيحة وأن لا يذبح واحدة بحضرة أخرى ولا يجرها إلى مذبحها

_Dan dianjurkan untuk tidak menajamkan pisau di hadapan hewan sembelihan, tidak boleh pula menyembelih seekor hewan di depan yang lainnya, dan tidak boleh menyeretnya ke tempat pemyembelihannya di depan yang lainnya.”_ [Syarhu Muslim 13/113]

Beberapa Pelajaran:
1) Kewajiban berbuat baik kepada hewan sembelihan dan membuatnya nyaman sebelum disembelih;
2) Tidak boleh menajamkan pisau di hadapan hewan sembelihan;
3) Tidak boleh menyembelih atau menyeret seekor hewan ke tempat penyembelihan dan disaksikan oleh hewan yang lain;
4) Sifat kasih sayang Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang sangat besar, demikianlah yang harus diteladani oleh umat beliau;
5) Keistimewaan dan kesempurnaan ajaran Islam serta ketinggian dan keluhuran akhlak yang dianjurkan dalam Islam.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Jangan lupa _share_ ke seluruh kaum Muslimin baik yg qurban atau tidak, dan terutama bagi tukang jagal dan panitia kurban.

_Re-forwaded by:
https://me4world.wordpress.com/

Abu Hanan Tsaqib El-Zahra: *MUHASABAH GERAKAN*

Abu Hanan Tsaqib El-Zahra:
*MUHASABAH GERAKAN*

*Tragedi Mesir* mengajarkan kita untuk peduli.

*Tragedi Suriah* meinspirasi kita untuk punya militansi.

*Tragedi Rohingya* membuat kita sadar, bahwa menjadi minoritas sangst mungkin kita tertindas.

Setiap tragedi yang menimpa umat ini seharusnya memberi pelajaran berarti.

*Dakwah harus dikawal dengan jihad*.

Karena ketika dakwah berjalan sendiri, maka dia akan rawan mendapat halangan, disitulah jihad berperan.

Tragedi-tragedi ini juga menyadarkan kita bahwa *setiap nyawa muslim harus dibela*. Meski dengan keterbatasan yang kita punya.

*Para ibu harus sadar hal ini*. Sehingga menyiapkan anak-anak yang peka pada zamannya.

Agama modern melihat kekerasan tak perlu terjadi. *Mereka lupa bahwa kapitalis & imperialis selalu menebar teror di dunia ini*.

*Para akhwat muslimah harus sadar politik*. Dunia tak hanya sekedar memilih motif pakaian. Tetapi pertempuran idiologi iman.

*Para pemuda harus tahu tantangan zamannya*. Jangan terlalu larut pada urusan cinta. Karena nyawa muslimin dalam bahaya.

*Perlu halaqah-halaqah politik, disamping halaqah ilmu dien*. Memandang pertarungan dari sisi yang lebih benar.

*Politik umat ini* bukan hanya sekedar duduk di kursi DPR. Tetapi *tahu mana haq & bathil & harus berdiri disisi mana*.

Umat ini harus tahu bahwa musuh itu ada. Tiap detik berpikir soal bagaimana menghancurkan kita.

*Mereka hanya akan berhenti saat kita mengikuti millah mereka*. Dan bumi ini hanya akan diatur oleh aturan mereka.

*Urusan umat ini* lebih besar daripada hanya sekedar menjadi pemenang X Factor atau Master Chef.

*Urusan umat ini* lebih penting daripada sekedar mengoleksi foto penyanyi K-POP & menangisi foto mereka.

*Urusan umat ini* lebih penting daripada berdebat soal perbedaan pendapat harakah kita.

*Mereka sepakat memusuhi kita*, sedangkan kita berpecah belah dalam memerangi mereka.

Kita bersungut-sungut hanya karena takbiratul ikram yang berbeda gerakannya, sementara kristenisasi kita diam saja.

*Musuh menyediakan taman bermain untuk membuat kita lupa* mengasah pedang-pedang kita. Musuh menyediakan tayangan yang tak ada ending diakhirnya, agar kita sibuk berpikir tentangnya.

*Musuh mengajarkan konsep cinta dunia*, hingga urusan meraih pahala saja harus dihitung-hitung dengan dunia kita.

Musuh telah menebar duta-duta cantiknya, *menyeru pada kemaksiatan & kita pun masuk dalam perangkapnya.*

Sehingga tersemat dikepala umat ini, berjuang untuk agamanya tidak lebih mulia daripada berjuang demi alamnya.

*Musuh mengajak kita tertawa, agar lupa genangan darah saudara-saudara kita*. Musuh mengajak kita menikmati dunia dengan cara mereka.

Dan mereka menolak cara-cara kita. Musuh mengajak kita makan makanan mereka, dengan cara & gaya mereka.

Maka memalukan bila kita menolak pikiran & gerakan musuh, tetapi kita bangga memakan makanan mereka dengan gaya mereka.

Musuh menyajikan tayangan setiap hari untuk *membuat kering airmata kita & kerasnya hati kita.*

Musuh tidak akan memberi kesempatan pada kita berpikir menegakan agama. Berpikirlah terus tentang dunia.

*Musuh tahu bagaimana mengadu domba.* Dan kita selalu mau menjadi domba baik hati yang menuruti mereka.

*Musuh tahu bagaimana membuat kita cakar-cakaran sendiri sesama saudara*. Hanya karena beda sedikit saja.

Musuh tahu bagaimana menciptakan kesibukan dalam internal kita. *Agar kita tidak sempat berpikir melawan mereka.*

Join link telegram keluarga besar IMM SUMSEL group klik
👉 https://t.me/joinchat/Cku01Q61qT2NLu1PmCxIsw

Abu Hanan Tsaqib El-Zahra: *MUHASABAH GERAKAN*

Abu Hanan Tsaqib El-Zahra:
*MUHASABAH GERAKAN*

*Tragedi Mesir* mengajarkan kita untuk peduli.

*Tragedi Suriah* meinspirasi kita untuk punya militansi.

*Tragedi Rohingya* membuat kita sadar, bahwa menjadi minoritas sangst mungkin kita tertindas.

Setiap tragedi yang menimpa umat ini seharusnya memberi pelajaran berarti.

*Dakwah harus dikawal dengan jihad*.

Karena ketika dakwah berjalan sendiri, maka dia akan rawan mendapat halangan, disitulah jihad berperan.

Tragedi-tragedi ini juga menyadarkan kita bahwa *setiap nyawa muslim harus dibela*. Meski dengan keterbatasan yang kita punya.

*Para ibu harus sadar hal ini*. Sehingga menyiapkan anak-anak yang peka pada zamannya.

Agama modern melihat kekerasan tak perlu terjadi. *Mereka lupa bahwa kapitalis & imperialis selalu menebar teror di dunia ini*.

*Para akhwat muslimah harus sadar politik*. Dunia tak hanya sekedar memilih motif pakaian. Tetapi pertempuran idiologi iman.

*Para pemuda harus tahu tantangan zamannya*. Jangan terlalu larut pada urusan cinta. Karena nyawa muslimin dalam bahaya.

*Perlu halaqah-halaqah politik, disamping halaqah ilmu dien*. Memandang pertarungan dari sisi yang lebih benar.

*Politik umat ini* bukan hanya sekedar duduk di kursi DPR. Tetapi *tahu mana haq & bathil & harus berdiri disisi mana*.

Umat ini harus tahu bahwa musuh itu ada. Tiap detik berpikir soal bagaimana menghancurkan kita.

*Mereka hanya akan berhenti saat kita mengikuti millah mereka*. Dan bumi ini hanya akan diatur oleh aturan mereka.

*Urusan umat ini* lebih besar daripada hanya sekedar menjadi pemenang X Factor atau Master Chef.

*Urusan umat ini* lebih penting daripada sekedar mengoleksi foto penyanyi K-POP & menangisi foto mereka.

*Urusan umat ini* lebih penting daripada berdebat soal perbedaan pendapat harakah kita.

*Mereka sepakat memusuhi kita*, sedangkan kita berpecah belah dalam memerangi mereka.

Kita bersungut-sungut hanya karena takbiratul ikram yang berbeda gerakannya, sementara kristenisasi kita diam saja.

*Musuh menyediakan taman bermain untuk membuat kita lupa* mengasah pedang-pedang kita. Musuh menyediakan tayangan yang tak ada ending diakhirnya, agar kita sibuk berpikir tentangnya.

*Musuh mengajarkan konsep cinta dunia*, hingga urusan meraih pahala saja harus dihitung-hitung dengan dunia kita.

Musuh telah menebar duta-duta cantiknya, *menyeru pada kemaksiatan & kita pun masuk dalam perangkapnya.*

Sehingga tersemat dikepala umat ini, berjuang untuk agamanya tidak lebih mulia daripada berjuang demi alamnya.

*Musuh mengajak kita tertawa, agar lupa genangan darah saudara-saudara kita*. Musuh mengajak kita menikmati dunia dengan cara mereka.

Dan mereka menolak cara-cara kita. Musuh mengajak kita makan makanan mereka, dengan cara & gaya mereka.

Maka memalukan bila kita menolak pikiran & gerakan musuh, tetapi kita bangga memakan makanan mereka dengan gaya mereka.

Musuh menyajikan tayangan setiap hari untuk *membuat kering airmata kita & kerasnya hati kita.*

Musuh tidak akan memberi kesempatan pada kita berpikir menegakan agama. Berpikirlah terus tentang dunia.

*Musuh tahu bagaimana mengadu domba.* Dan kita selalu mau menjadi domba baik hati yang menuruti mereka.

*Musuh tahu bagaimana membuat kita cakar-cakaran sendiri sesama saudara*. Hanya karena beda sedikit saja.

Musuh tahu bagaimana menciptakan kesibukan dalam internal kita. *Agar kita tidak sempat berpikir melawan mereka.*

Join link telegram keluarga besar IMM SUMSEL group klik
👉 https://t.me/joinchat/Cku01Q61qT2NLu1PmCxIsw