Senin, 04 September 2017

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain.
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.

Semangat pagiiiiiiiii !!!!

~Jangan tunggu, segera  bagikan motivasi yang bagus ini 😊👌

Minggu, 03 September 2017

Kewajiban Sholat 5 Waktu

#Repost @dakwah_tauhid (@get_repost) ・・・ Sudahkah kalian membela Islam? . Perlu diketahui, para ulama sepakat bahwa menegakkan shalat lima waktu di mesjid termasuk ibadah teragung. Namun, mereka masih berselisih pendapat tentang hukumnya, apakah wajib atau tidak bagi lelaki. . Di antara pendapat tersebut ada pendapat yang mewajibkan lelaki melaksanakan shalat fardhu berjamaah di mesjid dan shalatnya tidak sah tanpa berjamaah di mesjid, kecuali ada uzur. Pendapat ini adalah pendapat sejumlah ulama, di antaranya adalah Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah -dalam salah satu pendapat beliau- dan Ibnul Qayyim. Ini juga pendapat yang dipilih mazhab zahiriyah dan dirajihkan oleh Ibnu Hazm. . Di antara dalil-dalil mereka adalah: . 1. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551) . 2. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Zat yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar lalu terkumpul, kemudian memerintahkan untuk shalat dan dikumandangkan azan. Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (Hr. Bukhari) . 3. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, yang berbunyi, “Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang bisa menuntunku berjalan ke mesjid.’ Kemudian ia memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberikan keringanan sehingga dia boleh shalat di rumahnya, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata, ‘Apakah kamu mendengar azan shalat?’ Ia menjawab, ‘Iya.’ Beliau pun menyatakan, ‘Maka datangilah!’” . . #dakwahtauhid #dakwah #tauhid

Memo ayam

Di ploting = dibagi bagi
7juta operasional 6ribu 4ribu 300sak hasil 9 ton 28juta untuk satu priode Pak triono

Kaya Sungguhan

*KAYA SUNGGUH*

Seseorang bertanya pada Bill Gates: _"Adakah orang yang lebih kaya dari dirimu?"_

Bill Gates menjawab : _"Hanya satu orang."_

Bertahun-tahun yang lalu, waktu aku miskin, aku pergi ke bandara New York, aku membaca surat kabar yang digelar disana. Aku tertarik pada salah satu surat kabar tersebut,  aku ingin membelinya ternyata koinku tidak cukup. Tiba-tiba seorang anak kulit hitam memanggilku dan mengatakan : _"Koran ini untuk anda!"_
Aku berkata: _"Tapi koinku tidak cukup."_

Dia berkata : _"Tidak masalah aku memberikan anda gratis!"_

Setelah 3 bulan, aku pergi lagi ke bandara New York. secara kebetulan cerita itu terjadi lagi, anak yang sama memberikanku koran gratis. Aku bilang aku tidak bisa menerimanya
lalu ia berkata : _'Aku akan memberimu keuntungan dari apa yang telah aku lakukan.'_

Setelah lewat 19 thn, aku sudah kaya dan aku memutuskan untuk menemukan anak itu.
Aku menemukannya setelah satu setengah bulan mencarinya. Aku bertanya padanya, kau kenal aku? dia bilang ya, kau terkenal Bill Gates.

Aku bilang:  _"Beberapa tahun yang lalu kau memberiku surat kabar gratis 2 kali. Sekarang, aku ingin mengimbangimu. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan."_

Pemuda kulit hitam itu menjawab :
_"Anda tidak dapat mengimbangiku!"_

Aku bilang kenapa?  dia berkata : _*"Karena saya memberi anda ketika aku miskin, sedangkan anda ingin memberi saya ketika anda kaya? Jadi bagaimana anda bisa mengimbangiku?*_

Bill Gates bilang : _"Kurasa pria kulit hitam itu lebih kaya dari aku. Kita tidak harus menunggu kaya untuk memberi, karena adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima!_ {fxz}

***
Silahkan Copas dan Share

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1368676716586772&id=100003333716290

🌟

Biografi nabi muhammad SAW

Biografi nabi Muhammad - SAW
40 pelajaran dari nabi Muhammad (S.A.W)
------------------------------
01. Jangan tidur antara fajr dan Ishraq (saat ☀ muncul), Asr dan Maghrib, Maghrib dan Isha.
------------------------------
02.hindarkan duduk dengan orang yg bau badan. Contoh (bawang) 😷
------------------------------
03. Jangan tidur dekat orang yg bicara buruk sebelum tidur.
------------------------------
04. jangan makan dan minum dengan tangan kiri.
------------------------------
05. Jangan makan makanan yg dikeluarkan dr gigimu.
------------------------------
06. Jangan membunyikan sendi2 jari.
------------------------------
07. periksa sepatumu sebelum memakainya.
------------------------------
08. Jangan memandang ke langit ketika shalat.
------------------------------
09. Jangan meludah dalam toilet.
------------------------------
10. jangan bersihkan gigi dengan arang.
------------------------------
11. Duduk/jongkok baru kenakan celana.
------------------------------
12.  jangan patahkan benda keras dengan gigimu.
------------------------------
13. Jangan meniup makananmu ketika panas, tapi kamu boleh mengipasinya.
------------------------------
14. Jangan melihat kesalahan orang lain.
------------------------------
15. jangan berbicara antara iqamah dan adhan.
------------------------------
16. Jangan bicara dalam toilet.
------------------------------
17. jangan membicarakan keburukan temanmu.
------------------------------
18. Jangan membuat temanmu marah
------------------------------
19. Jgn sering melihat ke belakang ketika berjalan.
------------------------------
20. Jgn hentakkan kakimu saat berjalan.
------------------------------
21. Jgn curigaan pada temanmu.
------------------------------
22. Jgn pernah berdusta.
------------------------------
23. jgn membaui makanan saat memakannya.
------------------------------
24. bicara yg jelas agar org lain bisa memahami.
------------------------------
25. Hindari bepergian sendirian.
------------------------------
26. Jgn memutuskan sendiri namun berkonsultasilah dengan orang yg tahu.
------------------------------
27. Jangan bangga diri.
------------------------------
28. Jgn sedih dgn makananmu.
------------------------------
29. Jgn besar mulut.
------------------------------
30. Jgn mengusir pengemis.
------------------------------
31. Layani tamumu dengan baik dengan sepenuh hati.
------------------------------
32. Sabar ketika dalam kemiskinan.
------------------------------
33. Bantulah perkara kebaikan.
------------------------------
34. Pikirkanlah kesalahanmu dan bertaubatlah.
------------------------------
35.  Berbuat baiklah kepada orang yg berlaku jahat padamu.
------------------------------
36. Qana'ah (hidup apa adanya)
------------------------------
37. Jgn tidur terlalu sering, menyebabkan pikun.
------------------------------
38. Bertaubatlah minimal 100 kali sehari (Istighfaar).
------------------------------
39. Jgn makan dalam keadaan gelap.
------------------------------
40. jgn makan sepenuh-penuh mulut.
---------------------------------------- Kirim ke yg lain untuk mengingatkan mereka.
-------------------------------
semoga Allah merahmatimu...! Aamiin.
-------------------------------
Cinta itu nyata.
-------------------------------
Kenapa kita tertidur ketika di masjid, namun bisa tetap terjaga saat menghadiri pesta?
------------------------------------------- Kenapa begitu susah untuk berkomunikasi dengan Allah namun begitu mudah bergosip?
--------------------------------------- Kenapa begitu mudah mengabaikan pesan ilahiah namun mudah memforward pesan yg tidak berfaidah?
-------------------------------------- Apakah anda akan mengirim ke teman2 atau mengabaikannya?
---------------------------------------Allah berfirman:"jika engkau menolakku di hadapan teman2mu. Aku akan menolakmu di hari kebangkitan"
---------------------------------------apabila tiap muslim mengucapkan *astaghfirullah wa atubu ilaih*  3 times sekarang dan forward, _dalam beberapa detik milyaran akan mengucapkannya dan anda tidak akan rugi_ maka *teruskanlah*  ...🙏👳

Ucapan hari raya idul adha

[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[1/9 00:15] K Mandes: .     人  ★* 。 • ˚* ˚ 🌙
.  (__ _) *Selamat* ★
. ┃口┃ *Hari Raya*
. ┃口┃★ *Idul adha*˛•
. ┃口┃★ 。* •★ 。•˛˚˛*
. ┃口┃ •˛˚˛*   人  •˛˚  *       
. ┃口┃      .-:'''"''''"''.-.     
. ┃口┃  (_(_(_()_)_)_)         
  ┃口┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
. ┃.   ┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
.  ||三||_||三三三三三||

*10 zhulhijah1438 H* 🕌

*_Taqabbalallahu minna wa minkum_*
*_Barakallahu  Fiikum_*.  

*Mohon Maaf Lahir dan Batin*
🙏🍁🙏🍀🙏..
[1/9 05:09] I Bora Eknomi1: Bora Alviolesa dan Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 😇
[1/9 06:04] kak wasitok: *Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H*

_Minal 'aidin wal faidzin_
_Mohon maaf lahir dan bathin_

Mari kita contoh semangat pengabdian Keluarga Ibrahim As dalam ketaatannya kepada Allah swt dan penerapan ilmu parenting yang sangat harmonis telah beliau contohkan

🕌
Wasito😀Keluarga
_#ayo menjadi lebih baik_
[31/8 11:50] I Rofik1: DERITA UANG Rp 100,000

Uang kertas Rp1,000 dan
Uang Kertas Rp 100,000
dibuat dari kertas
yang sama dan diedarkan
oleh Bank Indonesia (BI)

Ketika dicetak,
mereka_pun bersama,
tetapi berpisah di bank
dan kemudian beredar
di masyarakat...

Bagaimanapun, 4 bulan
Kemudian mereka bertemu
Secara tidak Sengaja
di dalam dompet
Seorang pemuda
Maka mereka
pun ngobrol ;

Uang Rp 100,000 bertanya
kepada Rp 1,000 ;
"Kenapa badan kamu
begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 1,000 menjawab;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus ke tangan
orang bawah dari
kalangan buruh,
penjaja Kecil,
penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya balik
kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru,
rapi dan masih bersih,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus disambut
para perempuan
cantik, dan
beredarnya pun
di restoran mahal,
di kompleks perkantoran,
di Pasar raya, mall bergengsi
dan juga hotel berbintang,
Serta keberadaanku
selalu dijaga dan
jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau
berada di tempat ibadah,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Belum pernah"

Uang Rp 1,000 pun
berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku
hanya Uang Rp 1,000
tetapi aku selalu berada
di seluruh tempat ibadah,
dan di tangan
Anak Yatim Piatu
dan fakir miskin bahkan
aku bersyukur
kepada Tuhan semesta alam...

Aku tidak dipandang
Sebagai Sebuah nilai,
tetapi Sebuah Manfaat...

Lantas menangislah
Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu
bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Semoga cerita ini
dapat memberi
pembelajaran dan
Inspirasi Positif
kepada kita semua....
Trutama buat sy sendiri

Selamat bersedekah Yakin & Percayalah dgn kita bersedekah kita tdk akan menjadi miskin ...
[31/8 12:29] I Rofik1: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Renungan kecil menjelang hari Arafah buat Kita sma,,.

Haji adalah Arafah…
Arafah adalah hari perenungan…
Sebuah perenungan tentang sang Khalik…
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan…

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar…

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang di atasnya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah…
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka…

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan…
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan amanah sebagai khalifah…
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia…

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan…
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar…

Mereka adalah :
*pemimpin yang adil…*
*Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid…*
*Manusia yang bersahabat karena Allah…*
*Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa diketahui tangan kirinya…*
*Manusia yang menolak perbuatan keji karena TAKUT akan Tuhannya…*
*Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya…*

Selamat menyambut hari Arafah dengan melaksanakan puasa…

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita…
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati…
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita…
Mengganti tangisan kita dengan senyuman…
Luka derita dengan kebahagiaan… Kesempitan rezeki dengan kelapangan… Kesesatan dengan petunjuk…
Penyakit dengan kesembuhan…
Kesulitan dengan kemudahan…
Dan keputus-asaan dengan harapan..

Wallahu a'lam ...
[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[31/8 19:50] I Rofik1: Kulo sak keluarga ngaturaken _sugeng riyadin Idul Adha 1438 H_.
_Labbaikallah_
Mugi kito sedoyo pinaringan saged ziarah wonten Makkah-Madinah, amin.
[1/9 06:33] Dadang Besak Imm: Dadang skeluarga mgucapkan Selamat hari raya idul adha... mohon maaf lahir batin
[1/9 08:15] I Rofik1: Ketaatan Ibrahim dan Keikhlasan Ismail semoga senantiasa menjadi teladan bagi kita dlm beribadah pada-Nya agar menjadi hamba & pribadi taat dan ikhlas yang bermanfaat bagi sesama ummat manusia.

Selamat Hari Raya Qurban/Idul Adha 1438H.

Barakallahu fiikum

#M.Rofuk
[1/9 09:28] I Jepri Biologi: Keikhlasan penghambaan sering tergerus keangkuhan....

Nabi Ibrahim menjadi inspirasi tak bertepi untuk memperbaiki diri....

Nabi Ismail menjadi teladan keikhlasan menerima kehendak Allah....

Darah dan daging kurban sebagai esensi mengurangi nafsu hewani....

Setiap helaan nafas kami sebagai bukti cinta kepada-Mu.....

Pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati-Mu.....

Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H...

🙏🙏🙏
*Idul Adha: Kontemplasi, Evaluasi & Elevasi.*

Berbicara mengenai Idul Adha maka kita tidak sedang berbicara tentang seremonial kegembiraan belaka. Ada pesan sarat makna yg terkandung di dalamnya. Sebuah pesan mengenai *ketaqwaan*, *totalitas*, *perjuangan* & *pengorbanan*.

Kesemua pesan itu saya rasa tidak perlu saya ceritakan lagi, karena semuanya acapkali mendengar maupun membaca pesan itu melalui kisah-kisah yang kadung tahunan dikisahkan dalam mimbar-mimbar maupun artikel-artikel bernafaskan Hari Raya Qurban.

Untuk itu, sudah sewajarnyalah kita yang menisbatkan dirinya di jalan perjuangan Islam ini menjadikan Idul Adha sebagai *kontemplasi & evaluasi yang berujung kepada lejitan menuju elevasi kebangkitan semangat perjuangan.*

*Kontemplasi* dalam hal ini mau tidak mau memaksa kita harus mau berdamai dan menerima kenyataan bagaimana selama ini kontribusi, daya, upaya dan peranan masa lalu kita dalam medan juang. Perlu kerelaan untuk menerima kenyataan secara objektif yang harus tertanam dalam pengaplikasiannya.

*Evaluasi*, ia adalah lanjutan dari apa yang harus dilakukan setelah berkontemplasi. Evaluasi menjadi hal yang begitu mudah dilakukan tatkala dihadapkan kepada subjek eksternal, namun akan menjadi begitu sulit ketika bertemu dengan subjek internal. Egoisitas menjadi faktor utama penyebabnya. Padahal dalam banyak kasus evaluasi internal terkadang dibutuhkan lebih dahulu daripada evaluasi eksternal. Karena itu, evaluasi dalam hal ini harus mampu memaksa penggunanya untuk berani melakukan _"self criticism"_(yang membangun tentunya).

Lejitan menuju *elevasi* adalah peluru hasil "kongkangan" kontemplasi dan evaluasi. Semakin banyak kongkangan yang diberikan, maka akan semakin banyak pula peluru yang bisa dilontarkan. Hingga akhirnya akumulasi dari jumlah peluru yang siap ditembakkan akan menjadi tolak ukur seberapa banyak titik sasaran tembak yang mampu dihantam untuk wujudkan kobaran semangat perjuangan. Titik-titik kobaran inilah yang nantinya akan merajut menjadi suatu jalinan dan berujung kepada satu kobaran besar sebuah kebangkitan.

Teruslah berkobar wahai para pejuang, jangan pernah biarkan dirimu menjadi pecundang. Teruslah berjuang walau beribu cobaan silih berganti menerjang!

Wa lau karihal kaafiruun, wa lau karihal munafiqun, wa lau karihal musryikun!

*Allahu Akbar!*

Salam,

*Febri Walanda.*
(Ketua Umum HMI MPO Cabang Palembang Darussalam)

Ucapan hari raya idul adha

[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[1/9 00:15] K Mandes: .     人  ★* 。 • ˚* ˚ 🌙
.  (__ _) *Selamat* ★
. ┃口┃ *Hari Raya*
. ┃口┃★ *Idul adha*˛•
. ┃口┃★ 。* •★ 。•˛˚˛*
. ┃口┃ •˛˚˛*   人  •˛˚  *       
. ┃口┃      .-:'''"''''"''.-.     
. ┃口┃  (_(_(_()_)_)_)         
  ┃口┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
. ┃.   ┃_┃∩∩∩∩∩∩┃
.  ||三||_||三三三三三||

*10 zhulhijah1438 H* 🕌

*_Taqabbalallahu minna wa minkum_*
*_Barakallahu  Fiikum_*.  

*Mohon Maaf Lahir dan Batin*
🙏🍁🙏🍀🙏..
[1/9 05:09] I Bora Eknomi1: Bora Alviolesa dan Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 😇
[1/9 06:04] kak wasitok: *Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H*

_Minal 'aidin wal faidzin_
_Mohon maaf lahir dan bathin_

Mari kita contoh semangat pengabdian Keluarga Ibrahim As dalam ketaatannya kepada Allah swt dan penerapan ilmu parenting yang sangat harmonis telah beliau contohkan

🕌
Wasito😀Keluarga
_#ayo menjadi lebih baik_
[31/8 11:50] I Rofik1: DERITA UANG Rp 100,000

Uang kertas Rp1,000 dan
Uang Kertas Rp 100,000
dibuat dari kertas
yang sama dan diedarkan
oleh Bank Indonesia (BI)

Ketika dicetak,
mereka_pun bersama,
tetapi berpisah di bank
dan kemudian beredar
di masyarakat...

Bagaimanapun, 4 bulan
Kemudian mereka bertemu
Secara tidak Sengaja
di dalam dompet
Seorang pemuda
Maka mereka
pun ngobrol ;

Uang Rp 100,000 bertanya
kepada Rp 1,000 ;
"Kenapa badan kamu
begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 1,000 menjawab;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus ke tangan
orang bawah dari
kalangan buruh,
penjaja Kecil,
penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya balik
kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru,
rapi dan masih bersih,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Karena begitu aku
keluar dari bank,
terus disambut
para perempuan
cantik, dan
beredarnya pun
di restoran mahal,
di kompleks perkantoran,
di Pasar raya, mall bergengsi
dan juga hotel berbintang,
Serta keberadaanku
selalu dijaga dan
jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 1,000
bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau
berada di tempat ibadah,,?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;

"Belum pernah"

Uang Rp 1,000 pun
berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku
hanya Uang Rp 1,000
tetapi aku selalu berada
di seluruh tempat ibadah,
dan di tangan
Anak Yatim Piatu
dan fakir miskin bahkan
aku bersyukur
kepada Tuhan semesta alam...

Aku tidak dipandang
Sebagai Sebuah nilai,
tetapi Sebuah Manfaat...

Lantas menangislah
Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu
bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Semoga cerita ini
dapat memberi
pembelajaran dan
Inspirasi Positif
kepada kita semua....
Trutama buat sy sendiri

Selamat bersedekah Yakin & Percayalah dgn kita bersedekah kita tdk akan menjadi miskin ...
[31/8 12:29] I Rofik1: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Renungan kecil menjelang hari Arafah buat Kita sma,,.

Haji adalah Arafah…
Arafah adalah hari perenungan…
Sebuah perenungan tentang sang Khalik…
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan…

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar…

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang di atasnya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah…
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka…

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan…
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan amanah sebagai khalifah…
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia…

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan…
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar…

Mereka adalah :
*pemimpin yang adil…*
*Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid…*
*Manusia yang bersahabat karena Allah…*
*Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa diketahui tangan kirinya…*
*Manusia yang menolak perbuatan keji karena TAKUT akan Tuhannya…*
*Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya…*

Selamat menyambut hari Arafah dengan melaksanakan puasa…

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita…
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati…
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita…
Mengganti tangisan kita dengan senyuman…
Luka derita dengan kebahagiaan… Kesempitan rezeki dengan kelapangan… Kesesatan dengan petunjuk…
Penyakit dengan kesembuhan…
Kesulitan dengan kemudahan…
Dan keputus-asaan dengan harapan..

Wallahu a'lam ...
[31/8 14:50] I Bora Eknomi1: 9 Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Milad ke-108 Hijriyah
suaramuhammadiyah.id | August 30, 2017
MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.

Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.

Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.

Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.

Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.

Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.

Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.

Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.

Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/30/9-pesan-ketua-umum-pp-muhammadiyah-di-milad-ke-108-hijriyah/
[31/8 19:50] I Rofik1: Kulo sak keluarga ngaturaken _sugeng riyadin Idul Adha 1438 H_.
_Labbaikallah_
Mugi kito sedoyo pinaringan saged ziarah wonten Makkah-Madinah, amin.
[1/9 06:33] Dadang Besak Imm: Dadang skeluarga mgucapkan Selamat hari raya idul adha... mohon maaf lahir batin
[1/9 08:15] I Rofik1: Ketaatan Ibrahim dan Keikhlasan Ismail semoga senantiasa menjadi teladan bagi kita dlm beribadah pada-Nya agar menjadi hamba & pribadi taat dan ikhlas yang bermanfaat bagi sesama ummat manusia.

Selamat Hari Raya Qurban/Idul Adha 1438H.

Barakallahu fiikum

#M.Rofuk
[1/9 09:28] I Jepri Biologi: Keikhlasan penghambaan sering tergerus keangkuhan....

Nabi Ibrahim menjadi inspirasi tak bertepi untuk memperbaiki diri....

Nabi Ismail menjadi teladan keikhlasan menerima kehendak Allah....

Darah dan daging kurban sebagai esensi mengurangi nafsu hewani....

Setiap helaan nafas kami sebagai bukti cinta kepada-Mu.....

Pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati-Mu.....

Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H...

🙏🙏🙏
*Idul Adha: Kontemplasi, Evaluasi & Elevasi.*

Berbicara mengenai Idul Adha maka kita tidak sedang berbicara tentang seremonial kegembiraan belaka. Ada pesan sarat makna yg terkandung di dalamnya. Sebuah pesan mengenai *ketaqwaan*, *totalitas*, *perjuangan* & *pengorbanan*.

Kesemua pesan itu saya rasa tidak perlu saya ceritakan lagi, karena semuanya acapkali mendengar maupun membaca pesan itu melalui kisah-kisah yang kadung tahunan dikisahkan dalam mimbar-mimbar maupun artikel-artikel bernafaskan Hari Raya Qurban.

Untuk itu, sudah sewajarnyalah kita yang menisbatkan dirinya di jalan perjuangan Islam ini menjadikan Idul Adha sebagai *kontemplasi & evaluasi yang berujung kepada lejitan menuju elevasi kebangkitan semangat perjuangan.*

*Kontemplasi* dalam hal ini mau tidak mau memaksa kita harus mau berdamai dan menerima kenyataan bagaimana selama ini kontribusi, daya, upaya dan peranan masa lalu kita dalam medan juang. Perlu kerelaan untuk menerima kenyataan secara objektif yang harus tertanam dalam pengaplikasiannya.

*Evaluasi*, ia adalah lanjutan dari apa yang harus dilakukan setelah berkontemplasi. Evaluasi menjadi hal yang begitu mudah dilakukan tatkala dihadapkan kepada subjek eksternal, namun akan menjadi begitu sulit ketika bertemu dengan subjek internal. Egoisitas menjadi faktor utama penyebabnya. Padahal dalam banyak kasus evaluasi internal terkadang dibutuhkan lebih dahulu daripada evaluasi eksternal. Karena itu, evaluasi dalam hal ini harus mampu memaksa penggunanya untuk berani melakukan _"self criticism"_(yang membangun tentunya).

Lejitan menuju *elevasi* adalah peluru hasil "kongkangan" kontemplasi dan evaluasi. Semakin banyak kongkangan yang diberikan, maka akan semakin banyak pula peluru yang bisa dilontarkan. Hingga akhirnya akumulasi dari jumlah peluru yang siap ditembakkan akan menjadi tolak ukur seberapa banyak titik sasaran tembak yang mampu dihantam untuk wujudkan kobaran semangat perjuangan. Titik-titik kobaran inilah yang nantinya akan merajut menjadi suatu jalinan dan berujung kepada satu kobaran besar sebuah kebangkitan.

Teruslah berkobar wahai para pejuang, jangan pernah biarkan dirimu menjadi pecundang. Teruslah berjuang walau beribu cobaan silih berganti menerjang!

Wa lau karihal kaafiruun, wa lau karihal munafiqun, wa lau karihal musryikun!

*Allahu Akbar!*

Salam,

*Febri Walanda.*
(Ketua Umum HMI MPO Cabang Palembang Darussalam)