Sabtu, 25 November 2017

Doa & Renungan

*RENUNGAN

Yang aku takut...
Hatiku kian mengeras & sulit menerima nasihat namun sangat pandai menasihati...

Yang aku takut...
Aku merasa paling benar sehingga merendahkan yg lain...

Yang aku takut...
Egoku terlalu tinggi hingga merasa paling baik di antara yg lain...

Yang aku takut...
Aku lupa bercermin diri namun sibuk berprasangka buruk kpd yg lain...

Yang aku takut...
Ilmuku akan membuatku menjadi sombong & memandang rendah pada yg berbeda dgnku...

Yang aku takut...
Lidahku makin lincah membicarakan aib saudaraku namun lupa dgn aibku sendiri yg kian menggunung...

Yang aku takut...
Aku hanya hebat dalam berkata-2 namun buruk dalam bertindak..

Yang aku takut...
Aku hanya pintar dalam menyampaikannya namun sulit utk mentaatinya...

Yang aku takut...
Aku hanya pintar dalam mengkritik, namun lemah dalam memperbaiki diri sendiri...

Yang aku takut...
Aku membenci dosa orang lain namun enggan membenci dosa-2ku sendiri.

Yaa Allah Yaa Rabb-ku...
Aku berlindung pada-Mu dari kelemahan diriku sendiri...
Lembutkanlah hatiku...

Jauhkanlah aku dari sifat berbangga diri, hasad, iri & dengki serta segala penyakit hati yg lain...

Sungguh, aku memohon hidayah, taufik & keampunan-Mu...

Yaa Rabb-ku jangan engkau halangi kebaikan kpd kami yg berada di sisi-Mu dikarenakan keburukan kami... Allahumma Aamiin...
‎اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ
"Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kpd-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan kami memohon ampun kpd-Mu terhadap kesyirikan yg tdk aku ketahui."

Baarakallaahu fiikum...

Kata Kata Keren

Baca bagus bangetttttt:
Dapat kiriman bagus nih :

*Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul*
*"THE LAST LECTURE"*
*(Kuliah Terakhir)*
yang menjadi salah satu buku best-seller pada tahun 2007.""



*KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK,*

terdiri atas 
*--Personality,*
*--Community* and
*--Life.* 

Berikut penjelasannya:

   *A.  PERSONALITY:*

*1*. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui dan rasakan.

*2.* Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada di luar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang Anda jalani saat ini, secara positif

*3.* Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.

*4*. Jangan paksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

*5.* Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.

*6*. Bermimpilah saat anda bangun
(bukan saat tertidur).

*7*. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.

*8*. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan saudara , pasangan dan teman Anda pada masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.

*9.* Hidup terlalu singkat untuk membenci siapa pun itu.
Jangan pernah membenci.

*10*. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa kini Anda.

*11*. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.

*12*. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar.
Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat berlangsung seumur hidup.

*13*. Senyumlah dan tertawalah sesering mungkin agar Anda lebih dapat menikmati hidup ini

*14*. Anda tidak dapat selalu unggul dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan dan bertoleransilah

      *B. COMMUNITY:*

*15.* Hubungi keluarga Anda sesering mungkin

*16*. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.

*17*. Ampuni setiap orang untuk segala hal

*18.* Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

*19*. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

*20.* Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
Itu urusan mereka.
Jangan pikirkan hal tsb.

*21*. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda pada saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda.
Tetaplah berhubungan baik dgn mereka dan lingkungan Anda.

          *C. LIFE*

*22*. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.

*23.* Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.

*24.* Lakukan hal yang benar.

*25.* Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

*26*. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan beraktivitaslah !.

*27.* Yang terbaik belumlah tiba, tapi nikmati saja yg ada.

*28*. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

*29.* Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.

*30.* Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tdk menunnggu Tua.

Mati tidak menunggu sakit.

Nikmati hidup....

Sebelum hidup tidak bisa lagi dinikmati.

*Sahabatku !,*

*Saat membaca dan selesai menyimak semua hal di atas, kami mohon kepada sahabatku  untuk membagikan tulisan ini kepada "orang" yang kita cintai, 
"teman" sepermainan kita,
"teman" kantor,
teman pada masa kecil /remaja maupun "orang" yang tinggal dengan kita.

💌💌💌😃😃🙏🙏🙏
Met pagi all...

Jumat, 24 November 2017

Bacalah ATTAHIYAT dialog Allah Dengan Rosullallah

RENUNGAN PAGI HARI

BACAAN ATTAHIYYAT, DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya...
ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada di syurga...
Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, masya Allah...
Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya...

Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH SWT hingga tiba di Arsy...
Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan ALLAH Azza wa Jalla...
Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah..

PERCAKAPAN antara Muhammad Rasulullah SAW dengan ALLAH Subhanahu Wata'ala :
1. Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH SWT :
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH...
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH).

2. Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH .
(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya).

3. Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita sangat terharu.
Beliau menjawab dengan ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih).
Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi, itu adalah percakapan Sang Khaliq dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan beliau saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika beliau dihadapan ALLAH SWT...

4. Melihat peristiwa ini, para malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan terkagum-kagum betapa Rahman dan Rahimnya ALLAH SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...
Kemudian para malaikat pun mengucap dengan penuh keyakinan :
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).
.
Jadilah rangkaian percakapan dalam peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam SHALAT yaitu pada posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya.
MUNGKIN sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makna kalimat dalam bacaan ini.
Semoga dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yg dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...
Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu'an shalat kita. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

PESAN : JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALAT KARENA DI DALAM KUBUR BANYAK JUTAAN MANUSIA YANG MINTA DIHIDUPKAN KEMBALI HANYA UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT
SESIBUK APAPUN KITA JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALAT

( Kitab Qissotul Mi'raj.)

Selamat Pagi dan Beraktifitas.

Doa Bangun Tidur

[25/11 02:50] ‪+62 812-8618-5253‬: السّّلّام عّلّيكم وّرّحمّة اللّّه وّبّرّكّاته

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.

Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangkitkan.
[25/11 03:43] ‪+62 811-1137-173‬: "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh "

Tahajud call

Kutipan dari Al-Quran, Az-Zumar (39:33)

‎وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Waallathee jaa bialssidqi wasaddaqa bihi olaika humu almuttaqoona

Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa.
[25/11 04:06] ‪+62 812-8618-5253‬: 🕌 .......🚶🏻 .....🚶🏻

   Sholat  Shubuh

Renungan

* R E N U N G A N *

Akte lahir...adalah kertas

Ijazah...juga kertas

Akte nikah...kertas

Paspor...kertas

Surat kepemilikan rumah...juga kertas

UANG...juga kertas

Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas-kertas

Seiring waktu berlalu, dirobek

Kemudian dibuang dan dibakar

Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yg dimilikinya.
dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-kertas" yg dimilikinya.

Tetapi...

Ada 1 (satu) lembar kertas yg tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri  yaitu,  "AKTE KEMATIAN"nya sendiri!

Maka manusia itu ada batasnya yg tak mungkin dia mampu menjangkau waktu.

Ada 2 (dua) hal yg tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang :
~Masa Mudanya
dan
~Kekuatannya.

dan 2 (dua) hal yg berguna untuk setiap orang:
~Hati yg mulia
dan
~Hati yg mengampuni.

juga 2 (dua) hal pula yg akan mengangkat derajat seseorang  :
~Sikap rendah hati
dan
‌~Berbagi kasih

Belajarlah punya prinsip hidup 💪

Ada 3 (tiga) fase hidup yg tampak dari kita:

1. Masa puber kita punya waktu dan kekuatan tetapi tidak punya "UANG".

2. Masa bekerja kita punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya "WAKTU".

3. Masa tua kita punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya "KEKUATAN" lagi.

Manfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernapas.

Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan kita.
Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita jauh lebih baik darinya.

Hal itu terjadi dikarenakan kita melupakan 1 (satu) hal terpenting dalam hidup, yaitu:
Bersikap "MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI "

Oleh sebab itu...

Nikmati hidup, sebelum hidup tidak bisa di nikmati.
Dan selalu bersyukur atas segala nikmat & karunia hidup.

Tidak capek pun perlu istirahat,
Tidak kaya pun perlu bersyukur.

Sadarlah hidup itu pendek,
Pasti ada saatnya finish.

Jangan tertipu dengan usia muda,
Karena syarat mati tidak harus tua.

Jangan terpedaya dengan tubuh & badan sehat,
Karena syarat mati tidak mesti sakit.

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasehat baik.
Teruslah berbagi dalam kebaikan meskipun tidak banyak orang yang bisa memahimu.

Kebaikan akan membawa kebahagiaan,
Kebahagiaan akan membawa berkah.

Keburukan akan membawa malapetaka,
Malapetaka akan membawa penderitaan.

Detik2 Kelahiran Nabi Muhammad

DETIK² KELAHIRAN                              NABI MUHAMMAD SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh swt.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim as.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :

Alloh swt semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim as  yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

Detik berikutnya Alloh swt memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu ribu bidadari² itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira.

Lalu Alloh swt memanggil :
“Yaa Jibril … serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril … perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Alloh seraya mengucapkan :
“Allohu Akbar ... Allkhu Akbar ... Wal-Hamdulillahi katsiro, wasubhanallohi bukrotan wa ashila...”

Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh sholawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula.

“Yaa Nabi Salam Alaika …                                                                                                                Yaa Rosul Salam Alaika …                                                                                                                     Yaa Habib Salam Alaika … Sholawatulloh Alaika ... ”

(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam).

Makna mencintai nabi

Buletin Kaffah No. 016, 05 Rabiul Awwal 1439 H/24 November 2017

MAKNA MENCINTAI NABI SAW.

Mencintai Rasulullah saw. hukumnya wajib atas setiap Muslim. Bahkan cinta seorang Muslim kepada Rasulullah saw. harus berada di atas cinta kepada yang lain, selain Allah SWT. Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri dan keluarga kalian, juga kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya dan tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-Nya. Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.” (TQS at-Taubah [9]: 24).

Berkaitan dengan ayat di atas, Sayidina Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata kepada Rasulullah saw., “Duhai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” Rasulullah saw. berkata, “Tidak. Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sampai aku lebih dicintai daripada dirimu sendiri.” Umar bin al-Khaththab lalu kembali berkata, “Kalau begitu, sungguh demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah saw. berkomentar, “Sekarang (benar), wahai Umar!” (HR al-Bukhari).

Nabi saw. pun bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Tidak sempurna iman seseorang sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, kedua orangtuanya dan manusia seluruhnya (HR Muslim).

Para Sahabat senantiasa berlomba-lomba menunjukkan cinta mereka kepada Rasulullah saw. Mereka biasa mendahulukan Rasulullah saw. di atas segala urusan mereka. Pernah ketika berdakwah pertama kali di Masjid al-Haram, Abu Bakar ash-Shiddiq ra. mengalami penganiayaan berat.  Kabilahnya, yakni Bani Taim, lalu datang menolong dirinya yang pingsan. Setelah siuman, kalimat pertama yang diucapkan Abu Bakar adalah, “Bagaimana keadaan Rasulullah?” Orang-orang Bani Taim lalu mencaci dan meninggalkan Abu Bakar.

Abu Sufyan pernah mendatangi rumah putrinya, Ummu Habibah ra., yang sudah menjadi istri Rasulullah saw.. Dia datang setelah pengkhianatan sekutu kaum musyrik Quraisy terhadap Perjanjian Hudaibiyah. Tujuannya untuk berunding lagi dengan Nabi saw. Namun, ketika akan duduk di atas alas tidur Nabi saw., Ummu Habibah ra. segara menarik alas itu. Abu Sufyan terkejut dan menanyakan sikap putrinya itu, Ummu Habibah ra. berkata, “Ini adalah alas tidur Rasulullah, sedangkan engkau adalah lelaki musyrik yang najis. Aku tidak suka engkau duduk di atas alas tidur milik Nabi!”(Sîrah Ibnu Katsîr, 3/530).

Kecintaan kepada Nabi saw. juga ditunjukkan oleh Saad ra. saat ia berkata, “Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih aku sukai untuk diperangi karena-Mu daripada suatu kaum yang mendustakan Rasul-Mu dan mengusir beliau.” (Muttafaq 'alaih).

Cinta Hakiki kepada Nabi saw.

Cinta hakiki kepada Rasulullah saw. tentu bukan sekadar ucapan di lisan. Cinta kepada beliau harus dibuktikan dengan ketaatan pada risalah yang beliau bawa, yakni syariah Islam. Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah, "Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (TQS Ali Imran [3]: 31).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan menyatakan: Ayat yang mulia ini menetapkan bahwa siapa saja yang mengakui cinta kepada Allah, sedangkan ia tidak berada di jalan Muhammad saw. (tharîqah al-Muhammadiyyah), maka ia berdusta sampai ia mengikuti syariah

Muhammad secara keseluruhan.

Uraian Ibnu Katsir semestinya menyadarkan kita bahwa pernyataan cinta kepada Baginda Rasulullah saw. akan bertolak belakang jika kita malah mengambil jalan hidup selain Islam. Sungguh tidak patut seorang Muslim yang mengaku mahabbah (cinta) kepada Baginda Nabi saw. dengan membelakangi syariah yang beliau bawa. Padahal ketaatan pada syariah Islam adalah bukti hakiki cinta kepada Nabi saw. Inilah yang ditunjukkan oleh para Sahabat beliau. Karena itu, karena besarnya cinta mereka kepada Nabi saw., untuk urusan apapun, mereka selalu merujuk kepada beliau. Para Sahabat senantiasa mendatangi Rasulullah saw. untuk meminta ketetapan hukum berdasarkan wahyu Allah SWT yang turun kepada beliau untuk menyelesaikan semua persoalan yang mereka hadapi. Sekadar contoh: Para Sahabat pernah mendatangi Rasulullah saw. untuk meminta solusi atas kenaikan harga barang-barang di pasar. Mereka meminta agar beliau mematok harga (tasy’ir) agar tidak memberatkan warga. Namun demikian, beliau menolak karena ketetapan harga harus berdasarkan ketentuan pasar secara alamiah atas kehendak Allah SWT. Contoh lain: ketika Allah SWT menurunkan ayat yang mengharamkan riba, semua Sahabat segera meninggalkan riba.

Para Sahabat yang diangkat menjadi gubernur atau pejabat negara juga hanya memberlakukan ketentuan dari al-Quran dan as-Sunnah. Pada saat Nabi saw. mengangkat Muadz bin Jabal sebagai gubernur Yaman, misalnya, beliau bertanya kepada Muadz, "Bagaimana engkau memutuskan perkara jika muncul persoalan di hadapanmu, Mu'adz?" Muadz menjawab,
"Aku memutuskan dengan Kitabullah." Beliau bertanya lagi,
"Bagaimana jika kamu tidak menjumpai ketetapannya dalam Kitabullah?" Muadz menjawab,
"Aku akan memutuskan dengan Sunnah Rasul." Beliau kembali bertanya,
"Jika tidak juga kamu temui ketetapannya dalam Sunnah Rasulullah?"
Muadz kembali menjawab, "Aku akan menggunakan pikiranku untuk berijtihad dan aku tak akan berlaku sia-sia." Rasulullah saw. pun memuji Muadz dengan berkata, “Segala pujian milik Allah yang telah memberikan taufik kepada utusan Rasulullah sebagai yang diridhai oleh Rasulullah." (HR Abu Dawud).

Inilah tanda kecintaan yang hakiki kepada Rasulullah saw., yakni memutuskan perkara hanya dengan apa yang telah ditetapkan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.

Haram Menentang Syariah Islam

Menyimpang dari ajaran Islam, apalagi sampai menentang syariah Islam yang nyata-nyata dibawa oleh Rasulullah saw., adalah tindakan haram dan tentu membuktikan ketidakcintaan kepada beliau. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkan dirinya ke dalam api neraka dan dia kekal di dalamnya. Bagi dia siksaan yang menghinakan (TQS an-Nisa’ [4]: 14).

Sayang, kenyataannya sekarang, jangankan bicara syariah Islam, simbol-simbol Islam pun dijauhi bahkan dimusuhi. Ar-Raya dan al-Liwa’, misalnya, yang merupakan bendera Rasulullah saw. sempat dilarang, disita dan dituding sebagai simbol terorisme. Ucapan takbir belakangan juga dituding sebagai simbol terorisme dan kejahatan.

Pada saat yang sama, Khilafah—meski hanya sekadar diwacanakan dan didakwahkan—terus dimonsterirasi dan dikriminalisasi dengan tuduhan: anti Pancasila, NKRI dan UUD 1945. Padahal Khilafah adalah ajaran Islam yang wajib diterapkan. Khilafah adalah institusi satu-satunya yang akan menerapkan syariah Islam secara kâffah. Menerapkan syariah Islam secara kâffah tentu merupakan bukti hakiki cinta kita kepada Nabi saw. Apalagi Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam warisan beliau yang akan memelihara urusan kaum Muslim sepeninggal beliau. Beliau mengingatkan:

كَانَتْ بَنُوْ اِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الأَنْبِيَاءُ، كُلَّماَ هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ مِنْ بَعْدِيْ، وَسَتَكُوْنُ خُلَفَاءَ فَيَكْثُرُوْنَ
Dulu Bani Israil diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, dia akan digantikan oleh nabi yang lain. Sungguh tidak ada nabi setelah

aku. Yang akan ada adalah para khalifah sehingga jumlah mereka banyak (HR Muslim).

Jika Rasulullah saw. telah memberikan tuntunan yang jelas, tetapi kemudian kita mengambil jalan yang lain, masih pantaskah kita mengklaim cinta kepada Rasulullah saw. atau justru mengkhianati beliau? Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran bagi dirinya, lalu dia mengikuti jalan yang bukan jalan kaum Mukmin, niscaya Kami membiarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang telah dia kuasai itu dan Kami memasukkan dia ke dalam Jahanam. Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali (TQS an-Nisa’ [4]: 115). []

Hikmah:

عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: «وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟» قَالَ: مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَبِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صِيَامٍ وَلَا صَدَقَةٍ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ»
Anas  menuturkan bahwa seseorang pernah berkata, “Wahai Rasulullah saw., kapan Hari Kiamat?” Rasul saw. balik bertanya, “Apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapi Hari Kiamat?” Orang itu menjawab, “Saya tidak menyiapkan untuk menghadapi Hari Kiamat berupa banyaknya ibadah shalat, shaum ataupun sedekah; selain besarnya cinta saya kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah saw. lalu bersabda, “Kalau begitu, engkau akan bersama-sama dengan yang engkau cintai.” (HR Abu Dawud dan Ahmad). []