Jumat, 21 September 2018

cara memasang instalasi saklar tukar (saklar hotel)

cara memasang instalasi saklar tukar (saklar hotel)

cara memasang instalasi saklar tukar (saklar hotel)

 gambar 1. rangkaian  instalasi saklar tukar (saklar hotel)

gambar 2. simbol saklar tukar (saklar hotel)


 keterangan gambar 1 : 

          1. saklar tukar (saklar hotel)

          2. titik lampu

Fungsi saklar tukar (saklar hotel) adalah untuk menyalakan dan mematikan satu lampu dengan dua saklar. Aplikasinya biasanya lampu dipasang pada lorong tangga antara lantai 1 dan lantai 2. Maksudnya saat kita berada dilantai satu mau naik kelantai dua, saat dilantai satu kita nyalakan lampu dan setelah kita naik kelantai dua kita mematikan lampu dari lantai dua.

Untuk merangkainya atau memasang instalasinya perhatikan gambar diagram rangkain saklar tukar (saklar hotel) diatas. Dengan mengikuti rangkain instalasi saklar tukar (saklar hotel) ini kita bisa menyalakan dan mematikan satu lampu dengan dua saklar.

Harga saklar tukar (saklar hotel) tergantung dari merek dan kualitas. Harganya berkisar antara Rp. 25.000,- sampai Rp. 50.000,- 

 Sumber: http://rumahku-1.blogspot.com

Cara merakit panel dan pengertian materialnya


cara membuat pengunci pada panel listrik sangatlah gampang,yang pasti kita harus mengerti tentang kode-kode yang ada di kontaktor atau di relay itu sendiri,
kode yang biasa ada di kontaktor atau di relay yaitu No(natural open) dan NC(Natural close),adapula A1 dan A2.sebagai mana kalian tahu kontaktor dan relay berguna untuk meng switch atau menyambung arus voltase kecil ke arus voltase besar,dengan cara kerja plat yang ada di kontaktor atau relay akan menyambung karena adanya kumparan yg mendorong plat yang ada didalam kontaktor atau relay.
Dibawah ini saya akan memberikan rincian tentangpengertian dan cara kerja NO(Naturally open) dan NC(Naturally close) pada beberapa kode yang ada di beberapa panel listrik Industri.

Magnetic Contactor 

Magnetic Contactor atau teman-teman kami menyebutnyakontaktor.

Prinsipnya kerjanya adalah rangkaian pembuat magnet untuk menggerakkan penutup dan pembuka saklar internal didalamnya. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya. 

Pemahaman sederhananya adalah bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung. Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya. 

Saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak NO(Normally OpenBila coil contactor atau relay dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung) dan kontak NC(Normally CloseSebaliknya dengan Normally Open). Seperti dijelaskan pada gambar dibawah ini. 

Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubungtenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50Amper dan seterusnya. Dibawah ini adalah contoh magnetic contactor.

 

Time Delay Relay (Timer)

Sebagaimana yang telah diterangkan diatas, maka pada kedua komponen ini Timer dan Tripper juga mempunyai kontak NO dan NC. Dan yang membedakannya hanya pada kondisi pengaktifannya saja. 

Kontak NO dan NC pada Timer (Time Delay Relay) akan bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan waktu ini dapat kita tentukan pada potensiometer yang terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10 detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus listrik.Contoh gambar (Time Delay Relay) atau teman-teman kami menyebutnya (Timer ) ada dibawah ini :

Over Load Relay

 
Sedikit berbeda dengan kontak NO dan NC yang terdapat di Timer, padaTripper (Thermal Over Load Relay) kontak NO dan NC nya bekerja karena mendapat daya tekan dari bimetal trip yang terdapat di dalamnya. Bimetal Trip ini akan melengkung apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya dan menekan lengan kontak, sehingga kontak NC berubah menjadi kontak NO. 

Dibawah ini adalah contoh gambar  Overload relay.

 Relay

Relay terdiri dari Coil & Contact

coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah  sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik dicoil.  Cara kerjanya sama dengan magnetic contactor(kontaktor) yait terdiri dari NO(Naturally Open),NC(Naturally Close) dan coil itu sendiri sebagai penggerak kumparan yang akan menggerakkan plat didalam relay

contoh gambar relay ada dibawah ini :

Tombol Push Button ON

tombol sebagai saklar yang akan digunakan sebagai peng-ON dipanel dan tombol inilah yang akan dipakai sehari-hari apbila panel atau rangkaian itu akan digunakan.

Tombol Push Button OFF

kegunaanya sama seperti tombol push button ON,tapi ini digunakan untuk mematikan saklar atau rangkaian 





Sumber: http://anggyovia.blogspot.com

Fungsi Saklar dan Macam-macam Saklar | Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan aliran listrik. Jadi saklar pada dasarnya adalah suatu alat yang dapat atau berfungsi menghubungkan atau pemutus aliran listrik (arus listrik) baik itu pada jaringan arus listrik kuat maupun pada jaringan arus listrik lemah.

Yang membedakan saklar arus listrik kuat dan saklar arus listrik lemah adalah bentuknya kecil jika dipakai untuk alat peralatan elektronika arus lemah, demikian pula sebaliknya, semakin besar saklar yang digunakan jika aliran listrik semakin kuat. - See more at: http://dien-elcom.blogspot.com/2012/08/fungsi-saklar-dan-macam-macam-saklar.html#sthash.1sr137s0.dpuf

Muhammad Saiful di 22.47

Kamis, 20 September 2018

Building Maintanance / Pemeliharaan Gedung

Building Maintanance / Pemeliharaan Gedung

HAKEKAT PEMELIHARAAN GEDUNG (I)

Maintenance atau pemeliharaan pada Gedung dimaksudkan sebagai gabungan dari tindakan teknis dan administrative, yang dimaksudkan untuk mempertahankan,dan memmelihara fungsi bangunan sebagaimana yang telah di rencanakan sebelumnya. Keberhasilan suatu bangunan dinilai dari kemampuan bangunan untuk ada pada kondisi yang diharapkan, yang dipengaruhi oleh beberapa persyaratan,antara lain :

1. Persyaratan fungsional
Yang dimaksud persyaratan fungsional adalah persyaratan yang terkait dengan fungsi bangunan. Setiap bangunan memiliki fungsional umum dan khusus yang perlu dipenuhi. Persyaratan umum contohnya adalah bangunan mampu melindungi pemakainya dari lingkungan luar. Sedangkan persyarat khusus sangat tergantung pada jenis dan fungsi bangunan tersebut.

2. Persyaratan Performance
Masing – masing bangunan memiliki persyaratan performance bangunan yang sangat spesifik. Performance bangunan mencakup banyak aspek, mulai dari performance fisik luar bangunan, sampai pada elemen – elemen Mekanikal dan elektrikal ( ME ).
Tindakan pemeliharaan bangunan sangat ditentukan oleh tuntutan performance yang terkait dengan fungsi bangunan. Namun seringkali terjadi perbedaan standart performance bangunan menurut USER dan menurut OWNER, terutama pada bangunan sewa.

3. Persyaratan Menurut Undang – undang
Persyaratan menurut undang – undang merupakan persyaratan yang tidak bisa diabaikan, karena menyangkut regulasi dan legalitas.Persyaratan ini diantarnya : Persyaratan terhadap pengelolaan gedung tinggi / Hight risk ,

4. Persyaratan Menurut User
Persyaratan menurut user biasanya berkaitan dengan kenyamanan. Kenyamanan user merupakan ukuran keberhasilan suatu bangunan. Biasanya bangunan yang memiliki persyaratan user adalah bangunan – bangunan sewa dan bangunan – bangunan umum.
Idealnya, pada tahap desain,perencana telah memiliki kriteria – kriteria untuk menghasilkan suatu performansi tertentu sehingga aktifitas pemeliharaan yang dilakukan selama masa operasi gedung akan lebih efektif. Namun seringkali kriteria – kriteria semacam itu tidak dibuat sehingga menimbulkan kesulitan dalam menentukan program pemeliharaan sampai tahap pelaksanaannya.
Kegiatan pemeliharaan bangunan meliputi berbagai aspek yang bisa dikategorikan dalam 4 kegiatan, yaitu :
· Pemeliharaan rutin harian
· Rectification ( perbaikan bangunan yang baru saja selesai )
· Replacement ( penggantian bagian yang berharga dari suatu bangunan )
· Retrofitting ( melengkapi bangunan sesuai kemajuan teknologi )

Secara sederhana, Pemeliharaan bangunan dapat diklarifikasikan menjadi 2 macam yaitu : Pemeliharaan rutin dan Pemeliharaan remedial / perbaikan.

A. Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan rutin adalah pemeliharaan yang dilaksanakan dengan interval waktu tertentu untuk mempertahankan gedung pada kondisi yang diinginkan / sesuai. Contohnya pengecatan dinding luar gedung 2 tahunan, pengecatan interior 3 tahunan, pembersihan dinding luar, dll. Namun jenis pekerjaan pemeliharaan rutin juga bias berupa perbaikan atau penggantian komponen yang rusak. Kerusakan – kerusakan tersebut bias diakibatkan oleh proses secara alami ( contoh : Kerapuhan, kusam ) atau proses pemakaian ( contohnya : goresan,pecah dll ).

Pada pemeliharaan rutin sangat penting untuk menentukan siklus pemeliharaan. Siklus pemeliharaan bias ditentukan berdasarkan data fisik gedung dan equipment yang cukup dalam bentuk dokumentasi, manual pemeliharaan ataupun catatan pengalaman dalam pekerjaan pemeliharaan sebelumnya.
Dalam suati rencana program pemeliharaan, jika siklus kegiatannya sudah ditentukan, maka jenis pekerjaan dan anggaran dapat segera dibuat.
Kendala – kendala yang sering terjadi dalam pemeliharaan rutin adalah :

·Pemilik / Owner
Seringkali para pemilik gedung tidak melaksanakan program pemeliharaan yang sudah dibuat,bahkan cenderung memperpanjang interval pemeliharan dengan tujuan mengurangi beban biaya pemeliharaan agar keuntungan yang di dapat lebih besar. Padahal dengan tertundanya jadwal pemeliharaan rutin akan mengakibatkan bertumpuknya kualitas kerusakan ( Multipier effect ) yang akhirnya akan membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.
·Kurangnya data dan pengetahuan
Seringkali pemeliharaan rutin tidak dapat dilakukan akibat kurangnya data baik manual,sejarah pemeliharaan ataupun dokumentasi. Disamping itu juga kekurangan pengetahuan dari personil pengelola gedung baik tingkat manajerial maupun pelaksana mengakibatkan program pemeliharaan dan pelaksanaanya kurang optimal.

B. Pemeliharaan Remedial
Pemeliharaan remedial adalah pemeliharaan perbaikan yang dapat diakibatkan oleh :
·Kegagalan teknis / manajemen
Kegagalan teknis / manajemen bisa terjadi pada tahap kontruksi maupun pada tahap pengoperasian bangunan. Pada tahap kontruksi contohnya adalah kecerobohan dalam pemasangan suatu komponen bangunan. Pada tahap pengoperasian bangunan, kesalahan dalam merencanakan jadwal pemeliharaan bias terjadi dan ini dapat berakibat pada kerusakan alat atau bahan – bahan bangunan.
·Kegagalan kontruksi dan desain
Dalam hal ini faktor desain dan kontruksi berhubungan erat. Contoh dari segi desain adalah kesalahan dalam pemilihan bahan bangunan, sehingga usia pemakaiannya pendek dan tidak bertahan lama. Sedangkan dari segi kontruksi kesalahan dalam pelaksanaan finishing dapat menyebabkan usia pemakaiannyapun tidak bertahan lama.
·Kegagalan dalam pemeliharaan
Faktor lain yang menyebabkan kegiatan pemeliharaan perbaikan selama periode pemakaian bangunan adalah akibat kegagalan pemeliharaan yang disebabkan oleh :
Ø Program pemeliharaan rutin yang dibuat tidak memadai
Ø Program perbaikan yang tidak efektif
Ø Inspeksi – inspeksi yang tidak dilaksanakan dengan baik
Ø Data – data pendukung pemeliharaan yang tidak mencukupi

Secara lebih luas, ditinjau dari direncanakan atau tidak, kegiatan pemeliharaan rutin dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Pemeliharaan terencana / planned.
2. Pemeliharaan tidak terencana / unplanned
Dibawah ini adalah diagram yang menunjukan klasifikasi kegiatan pemeliharaan.

Difinisi :
Planned Maintenance : Pemeliharaan yang diorganisasikan dan dilaksanakan dengan perencanaan, control dan penggunaan laporan – laporan untuk suatu rencana yang ditentukan sebelumnya.
Unplanned Maintenance : Pemeliharaan yang dilaksanakan untuk rencana yang yang tidak ditentukan sebelumnya.
Preventive Maintenance : Pemeliharaan yang dilaksanakan pada interval yang ditentukan sebelumnya atau yang sesuai untuk kriteria yang ditentukan dan ditujukan untuk mengurangi kemungkinan kegagalan atau degradasi performansi suatu bangunan.
Corrective Maintenance : Pemeliharaan yang dilakukan setelah suatu kegagalan terjadi dan ditujukan untuk memperbaiki suatu item untuk suatu keadaan yang item tersebut dapat melakukan fungsinyayang diperlukan.
Emergency Maintenance : Pemeliharaan yang diperlukan dengan segera untuk menghindari akibat – akibat yang serius.
Condition Based Maintenance : Preventive maintenance yang di mulai dari suatu hasil pengetahuan kondisi suatu hal dari pemantauan rutin.
Scheduled Maintenance : Preventive maintenance yang dilaksanakan untuk suatu interval waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Pada dasarnya,tindakan pemeliharaan dilakukan berdasarkan atas laporan hasil pemeriksaan / survey terhadap kondisi bangunan. Untuk itu pemeriksaan yang dilakukan harus teliti dan menyeluruh,sehingga dapat ditentukan bentuk tindakan pemeliharaan yang tepat terhadap kegagalan tertentu.

PEMELIHARAAN BANGUNAN YANG BERLANTAI BANYAK
Pada bangunan yang berlantai banyak yang disewakan,misalkan kantor sewa, ada 3 pihak yang berkepentingan dalam menentukan performance bangunan, yaitu :
· Owner / pemilik gedung
· Tenant / penghuni
· Building management / pengelola bangunan
Masing – masing pihak memiliki tuntutan performance bangunan yang berbeda. Hal ini bisa menyulitkan untuk menentukan standart sejauh apa kegiatan pemeliharaan bangunan perlu dilakukan. Mengingat kompleksitas pekerjaan yang sangat besar, maka manajen pemeliharaan dalam gedung bertingkat tinggi biasanya dilakukan oleh suatu organisasi pemeliharaan yang disebut dengan ORGANISASI PEMELIHARAAN GEDUNG.
Organisasi pemeliharaan gedung ini bertanggung jawab dalam perencanaan,pengawasan dan penentuan pelaksanaan / operasi pemeliharaan. Organisasinya bisa In – House atau berasal dari lembaga diluar pemilik seperti konsultan atau kontraktor khusus bidang pemeliharaan.

Dalam pembentukan organisasi pemeliharaan gedung ada 2 hal yang harus diperhatikan, yaitu :

-Organisasi pemeliharaan harus memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan garis kebijakan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
-Organisasi pemeliharaan harus mampu bekerja secara efektif melalui pengamat dan pengendalian terhadap performansinya.
-Organisasi pemeliharaan pada gedung perkantoran biasanya masuk dalam organisasi pengelola yang lebih besar yang disebut Building management.Building management dipimpin oleh seorang building manager dan dibantu oleh staff dan pelaksana.
-Organisasi building management pada gedung yang berlantai banyak bervariasi tergantung pada organisasi induk,fungsi gedung,luas lantai dan jumlah lantai. Fungsi – fungsi yang berada dibawah organisasi building management pada dasarnya terdiri dari fungsi keuangan ( accounting ), fungsi administrasi (general affair ), fungsi security,fungsi operasional dan pemeliharaan teknik.

Dalam konteks pemeliharaan gedung, Building Management melaksanakan perawatan dan perbaikan gedung, fasilitas dan kelengkapan gedung dengan tujuan tercapainya :
Reliabilitas ( kehandalan )
Availabilitas ( ketersediaan )
Memperpanjang umur teknis
Memberikan nilai tambah

BUILDING MAINTANANCE / PEMELIHARAAN GEDUNG

BUILDING MAINTANANCE / PEMELIHARAAN GEDUNG

 Neo Publishing

4 years ago

Advertisements

HAKEKAT PEMELIHARAAN GEDUNG (II)


Melanjutkan apa yang sudah dibahas pada bagian I Untuk mencapai hasil pemeliharaan yang baik maka building management harus membuat jadwal pemeliharaan sesuai spesifikasinya baik fisik gedung maupun mekanikal dan elektrikalnya.

Personil organisasi pemeliharaan yang dibawahi mechanical dan electrical manager bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan terhadap :

a. Sistem Elektronik
– Fire alarm
– Sound system
– Telephone, Security System, CCTV, MATV, Access System (by others)
b. Sistem Plumbing
– Fire Fighting System
– Air bersih dan air kotor
c. Sistem tata udara gedung dan ventilasi mekanikal
– AC system (Chiller, AHU, FCU, dll)
– Pressure Fan, Blower, dll
d. Sistem Listrik
– Sistem Pembangkit (Genset)
– UPS
– Gardu PLN, HVDV, LVDP, travo, panel distribusi, dll
e. Sistem Transportasi vertical
– Lift
– Escalator, dll

Tugas – tugas pokok masing – masing bidang

1. Building Manager
· Menetapakan visi buiding management dengan berorientasi pada misi perusahaan / induk.
· Membuat planning,budgeting dan program tahunan
· Melakukan supervise total atas seluruh fungsi organisasi.
· Membuat laporan rutin dan insidentil
2. Chief
· Membuat protap –protap
· Membuat standart operasi dan maintenance
· Mengatur jadwal dan penugasan pelaksana
· Melakukan inspeksi
· Memberikan laporan kepada buiding manager secara rutin
3. Supervisor
· Membuat rencana kerja dan pemeliharaan dan penugasan bersama – sama chief
· Mengatur dan mengkoordinir pekerja harian sesuai dengan bidangnya
· Mengatur penggunaan peralatan dan bahan
· Membuat laporan kepada chief secara rutin
4. Teknisi / Pelaksana
· Melaksanakan pekerjaan pengoperasian,perbaikan dan perawatan alat dan fisik gedung
· Memberikan masukan perihal jadwal pemeliharaan rutin dan pemeliharaan perbaikan
· Melakukan inspeksi dan pencatatan ( checklist harian secara rutin )
· Membuat laporan kepada supervisor

Tindakan pemeliharan secara mendadak dan tidak direncanakan,biasa dilakukan atas dasar komplainan dari pihak tenant. Komplain ini akan disampaikan kepada organisasi pemeliharaan gedung untuk di tindak lanjuti. Setelah complain di tindak lanjuti,maka pelaksana perbaikan perlu membuat laporan kepada manager,sehingga aktifitas pemeliharaan bisa dipantau dengan baik. Berikut skema yang menggambarkan bagaimana complain ditanggapi :

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
MAINTENANCE PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MEKANIKAL DAN ELECTRIKAL

Adapun jadwal schedule harian seorang maintenance pemeliharaan dan perawatan mekanical dan electrikal antara lain :
1. Checklist harian
Melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan oleh supervisor
Menanggani komplain
Membuat laporan kerja
Mencatat pemakaian listrik dan air
Melaksanakan kegiatan schedule kerja yang telah dibuat sesuai jadwal
Mengkoordinasikan kegiatan dengan atasan

Setiap teknisi yang melakukan tugas checklist harian harus paham terhadap standarisasi pengcheckan.apa saja standarisaisi pengecheckan itu antara lain :

Catatan :
a. Standarisasi ini hanya sebagai bentuk dasar dalam checklist
b. Setiap petugas harus bisa menganalisa data pengecheckan sendiri

———————–

Advertisements

Rangkaian sederhana Mengubah Listrik AC menjadi DC

Rangkaian sederhana Mengubah Listrik AC menjadi DC

Cara membuat Rangkaian Sederhana, untuk mengubah Listrik AC menjadi Listrik DC, dengan menggunakan 4 buah Dioda penyearah.
Bagaimana cara mengubah Listrik AC menjadi DC?
Seperti yang kita ketahui, Listrik dibagi menjadi 2 Jenis, yaitu:
Listrik DCListrik AC

Bagaimana cara mengubah Listrik AC menjadi DC?
Listrik yang bisa kita gunakan di rumah, baik yang berasal dari PLN maupun dari Genset adalah Listrik AC.

Baca juga: Beda Listrik AC dan AC

Listrik AC
AC (Alternating Current), biasa disebut dengan Listrik Arus Bolak-balik.

Namun Terkadang, kita membutuhkan Listrik DC untuk berbagai keperluan peralatan listrik, sehingga jika kita membutuhkan Arus Listrik DC, sedangkan Listrik yang di rumah adalah Listrik AC, maka kita perlu mengubah Arus Listrik AC tersebut Menjadi Listrik DC, dengan rangkaian sederhana, dan dapat kita rangkai sendiri di rumah sesuai kebutuhan.

Listrik DC
DC (Direct Current), biasa disebut dengan Listrik Arus Searah

Rangkaian yang dibuat untuk mengubah Listrik AC menjadi DC disebut dengan dengan ADAPTOR AC-DC, atau biasa disebut juga dengan Konverter AC ke DC.

Bagaimana cara membuat rangkaian untuk mengubah Listrik AC menjadi Listrik DC?

Sebenarnya rangkaian untuk mengubah Listrik AC menjadi DC, atau menyearahkan listrik AC, sangat sederhana dan mudah dibuat, cukup dengan menggunakan 4 buah Dioda penyearah, yang berfungsi untuk menyerahkan Listrik AC (Arus Bolak-balik), menjadi Listrik DC (Arus Searah).

Rangkaian Penyearah, mengubah listrik AC menjadi DC

Rangkaian penyearah AC ke DC
Penjelasan:
Dioda penyearah berfungsi untuk menyearahkan Listrik AC menjadi DC, dengan mengalirkan Listrik dengan Polaritas sesuai dengan jenis Muatan listrik yang diterimanya.

Muatan Listrik ada dua, yaitu:
Positif (+)Negatif (-)
Dioda penyearah memiliki 2 kaki, yaitu Katoda dan Anoda.
Katoda NegatifAnoda Positif
Listrik AC adalah Listrik bolak-balik, dan memiliki Gelombang tegangan yang berubah-ubah (Bolak-balik), sehingga terkadang Listrik Positif dapat berada pada posisi negatif (Nol).

Baca juga: Cara mengukur Dioda


Katoda (Input), Anoda (Output)
Saat Listrik AC pada posisi Bertegangan (bermuatan Positif) dialirkan pada terminal Katoda pada Dioda penyearah, maka Dioda akan menghambat atau tidak mengalirkan Listrik Positif tersebut, namun sebaliknya saat Listrik AC pada Posisi nol (bermuatan negatif), maka listrik muatan negatif tersebut akan mengalir melewati Dioda menuju terminal Anoda, sehingga saat terminal Katoda dijadikan terminal input (Masukan), maka Output yang mengalir pada terminal Anoda dipastikan hanya listrik bermuatan Negatif (-).

Anoda (Input), Katoda (Output)
Saat Listrik AC pada posisi Bertegangan (bermuatan Positif) dialirkan pada terminal Anoda pada Dioda penyearah, maka Dioda akan mengalirkan Listrik bermuatan Positif tersebut menuju terminal Katoda, namun sebaliknya saat Listrik AC pada Posisi Nol (bermuatan negatif) dialirkan melalui terminal Anoda pada Dioda, maka Listrik tersebut tidak dapat mengalir atau terhambat. sehingga saat Terminal Anoda dijadikan terminal Input (Masukan), maka Output yang mengalir pada terminal Katoda dipastikan hanya listrik bermuatan Positif (+).

Dengan rangkaian sederhana ini, maka output pada rangkaian ini, akan menghasilkan Listrik DC (Searah), muatan listrik Positif, dan muatan listrik Negatif tetap pada posisinya (Searah).

Selanjutnya untuk menurunkan Besar tegangan 220Vac sesuai kebutuhan menjadi 12VAC, 24VAC, 42VAC, dan sebagainya, dibutuhkan tambahan komponen berupa Voltage Transformer step-down.

dan untuk menstabilkan tegangan, dapat digunakan komponen tambahan berupa Kapasitor, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu 

Selasa, 07 Agustus 2018

Sewa truk

Masalah Sewa Dump Truck

Pada umumnya ada beberapa poin yang menjadi masalah ketika menyewa dump truck:

1. Kerusakan / Maintenance
Umur truk dan kondisi lapangan mempengaruhi dari tingkat kerusakan atau maintenance yang dibutuhkan oleh truk. Pastikan umur truk 3-5 tahun untuk hasil yang optimal

2. Broker
Ketika mencari dump truk terkadang terlalu banyak broker yang bermain di tengah sehingga markup-harga hingga proyek menjadi tidak jelas dan tidak efisien

3. Masalah supir
Supir akan menerima uang jalan setiap hari dan performance di-ukur dari seberapa banyak ritase yang dilakukan. Pastikan memiliki backup supir supaya proses semakin lancar

Area Sewa Dump Truck

Ada beberapa yang menjadi tempat untuk penyewaan dump truk seperti Cikarang, Cibitung, Cileungsi, Bandung, Gresik, Surabaya, Luwuk, Cirebon, Jakarta, Samarinda, Medan, Makassar hingga Merauke

Komponen Biaya Sewa Dump Truk

1.Jarak Tempuh di lokasi per-ritase
2.Lokasi Pekerjaan seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua
3.Lamanya Sewa/kontrak kerja (1 tahun minimal Sewa)
4.Sistem pembayaran Cash 1 bulan di awal.
5.Jaminan sistem keamanan unit dump truck di lokasi penyewa.

Proses Sewa dan Pembayaran

1. Kirim Letter of Intention LOI atau PO
2. Kirim draft Kontrak Kerja perusahaan penyewa
3. Pembayaran Cash dengan jaminan SKBDN
4. Lama kontrak kerja
5. Peraturan minimum performance
6. Mekanisme pergantian armada bila rusak

Ucapan kematian jawa

[7/8 07:11] ‪+62 857-2590-6646‬: Assalamualaikum wr wb.
Innalillahi wainnailaihi rojiun..
Ngaturi pirso dumateng sedoyo Ahli Group WAG meniko,, bilih rencang kulo lan panjenengan sedoyo (Hari Suryono Dunglo)  nembe tandang Duko... amargi morosepahipun TILAR DONYO,,  bilih jenazahipun badhe dipun sareake sakmangke tabuh 10.00 Wib saking griyonipun..  Dilem kemiri..
Mekaten atur uningo saking keluarga mas HARI SURYONO DUNGLO
mugiyo waget ndadosake pirso dumateng kito sedoyo..
Waassalamualaikum wr wb

[7/8 07:31] ‪+62 813-9200-4157‬: Tansah nderek belo sungkowo, mugio kagolongno jenazah ingkang khusnul khotimah.Amin..

Minggu, 01 Juli 2018

Berkendara

Sekedar mengingatkan kembali bagi saudara2ku yg akan mudik saat Lebaran nanti dgn berkendaraan sendiri.

"MICROSLEEP"

Pernah kah anda mengalami situasi di mana anda sedang berkendara tiba-tiba terlelap?
Hanya seketika. Hanya beberapa detik.

Truk yang pada mulanya masih jauh jaraknya tiba tiba berada di depan mata.

MICROSLEEP adalah keadaan dimana badan 'tidur' sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah "shut down".

Pada kecepatan 70km/j, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/j.

Seringkali pengemudi menganggap dia kebal.
"Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus."

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu kencang, akan mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon 'adrenaline' yang meningkatkan upaya 'fight or flight'. (Fight or flight adalah sitiuasi dimana badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang memberhayakan diri: lawan atau lari ). Adapula sebahagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya.

Kesan 'fight or flight' hanya seketika saja. Sistem badan akan 'burn out' dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

🔺 BERHENTI.
🔺 PARKIR MOBIL DI TEMPAT YANG AMAN
🔺TIDUR.

Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup.
Ulang setiap kali anda mula berasa mengantuk. Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh.

Untuk penumpang yg duduk disamping Pak Sopir,  jadilah co-driver yang baik.  Cuba lakukan beberapa hal ini:
1. Ajak pengendara berbincang, utk mengurangi rasa bosan.
2. Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur, tegur Pak Sopir..
3. Sekali sekali lihat instrumen di dashboard,  Apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu - lampu peringatan yang menyala? Jika ada, tegur.

Berhati hati di jalan raya

Jangan jadikan diri dan keluarga anda bahagian daripada statistik kecelakaan.

https://www.google.co.id/amp/s/beritagar.id/artikel-amp/gaya-hidup/waspadai-microsleep-saat-berkendara